Hargai Orang Lain yang Datang Tepat Waktu

Hatiku kesal bukan main. Sewajarnyalah aku mengeluh jika ada karyawan yang datang terlambat. Sebab aku yang setiap pagi harus berjuang melawan rasa malas dan rasa kantuk, bersikeras menerjang cuaca yang kurang bersahabat, dan berusaha menerobos macetnya kota Makassar di pagi hari hanya agar dapat tiba di kantor tepat waktu.

Aku bukan mereka yang lebih senang datang terlambat dengan berbagai alasan. Semalam tidurnya telat, bangun juga telat, pagi-pagi harus mengantar ibu, ada jadwal mengaji di pagi hari, belum sempat mandi, dan bla bla bla seribu macam alasan. That’s okay jika kalian berani jujur datang terlambat dengan daftar absen yang terlambat pula. Tapi bagaimana jika kalian curang ? Berlaku curang dengan memanipulasi data di daftar absensi sama halnya bahwa kalian tidak menghargai karyawan lain yang telah susah payah tiba di kantor tepat waktu.

Aku bukan tipe orang yang menghargai waktu. Tapi untuk datang tepat waktu, itu sudah menjadi keharusan. Aku membiasakan diri datang lebih awal bukan karena aku diberi tanggung jawab untuk memegang kunci pintu di kantor. Melainkan rasa tanggung jawab pada diri sendiri dan berusaha menghargai orang lain yang juga terbiasa datang lebih awal.

Iklan
Published in: on 13 Januari 2010 at 8:28 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Inci si Kelinci

2 bulan yang lalu aku membeli seekor kelinci jantan. Diberi nama Inci dari dasar kata Kelinci. Umurnya kira-kira baru sebulan. Mukanya lucu sekali. Warna bulunya putih abu-abu. Yang membuatku falling in love at first sight itu karena telinganya. Telinga kiri warna putih, telinga kanan abu-abu.

Awalnya mau beli sepasang, jantan dan betina. Berharap suatu saat nanti ia bisa berkembang biak. Tapi berhubung baru pertama kali ini coba memelihara kelinci, jadinya cuma membeli satu ekor dulu. Takut nanti kelincinya tak terawat dengan baik. Kasihan kan kalau baru dirawat seminggu lantas mati. Masalahnya kelinci itu hewan yang sangat sensitif. Mudah stres dan masuk angin. Untuk itu butuh perhatian ekstra untuk dapat menjadikannya hewan peliharaan.

Benar-benar beruntung karena kelinci satu ini tidak rewel. Selalu sehat, nafsu makannya juga sangat besar. Bahkan bisa dikatakan rakus. Makannya tak pernah berhenti. Sampai-sampai tetangga depan rumah yang ikut-ikutan memelihara kelinci berpikir bahwa si kelinci diberi vitamin penambah nafsu makan.

Tapi itulah sifat dasar kelinci. Doyan makan. Makanya cepat gendut. πŸ™‚ Syukur alhamdulillah jika kelinciku rakus. Itu artinya dia sehat. Tapi konsekuensinya adalah buang airnya itu. Pipisnya bisa sampai 3 kali sekali pipis. Itupun pipisnya tiap sejam sekali. Jika mau pipis, si kelinci berputar-putar dulu di pinggir keranjangnya sambil menyudutkan bokong. Mencari posisi yang pas dulu kali ya. Setelah pipis pertama, si kelinci akan memutar bokongnya lagi ke sisi lain lalu pipis, setelah pipis kedua, ia memutar bokongnya lalu pipis lagi. Tingkahnya lucu sekali.

Bahagia rasanya jika melihat si kelinci berlarian kesana kemari, berloncat-loncatan dan berdiri dengan dua kaki belakangnya. Jika minta makan, dia akan berdiri menggapai-gapai seseorang di dekatnya yang sedang duduk atau memegang sesuatu. Jika ada yang sedang menelepon, si kelinci juga ikut mencari perhatian dengan memanjat dan duduk di pangkuan. Semua tingkah dan kelucuannya selalu saja membawa kehangatan di dalam rumah.


Published in: on 6 Januari 2010 at 9:00 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

I’m Not Facebook Addicted

Yes … I’m not a facebook addicted. Di saat orang-orang sibuk ngomongin jumlah teman di account facebooknya, aku dengan santai dan gak peduli malah ngomongin jumlah floating loss di account masterforex-ku. Di saat teman-teman bertanya alamat facebook, aku dengan bloon, ngomong kalo nggak punya alamat facebook. Keliatan deh tuh mukanya berkerut seakan berkata β€œHare gene, gak punya facebook ? Helloooo, dari mana aja lo ?”

Gak nyalahin mereka sih. Facebook dan semacamnya emang lagi trend. Kalo mau dibilang gaul, mesti dan wajib punya facebook. Tapi aku emang buka tipe orang yang suka ikut-ikutan. Orang lain punya ini, belum tentu aku harus punya. Orang lain pake ini, belum tentu aku bakalan pake juga. Orang lain beli ini, belum tentu aku mesti beli juga kan ?

Sampai detik kemarin aku masih keukeh gak mau buka account facebook. Tapi setelah nonton Oprah sabtu kemarin, pertahananku luntur. Jadi pengen punya account facebook juga. Soalnya Oprah juga punya facebook. Kayaknya asik kalo bisa update The Oprah Show kapan aja. That’s because I love Oprah winfrey and her show.

So guys, would you please help me answer this question.

Should I have a facebook account ???

Published in: on 5 Januari 2010 at 10:41 pm  Comments (2)  

Belum Puas …

Kemaren abis nonton New Moon. Filmnya bagus. Pengen nonton lagi, tapi ntar nunggu filmnya beredar di Odiva saja. Biar bisa nonton sampai puas. Sebenarnya sih aku masih belum merasa puas kalo ngeliat jalan ceritanya. Pengen dengan segera menyelesaikan story tentang Bella dan Edward ini. Sama penasarannya kalo baca buku. Pengen banget bisa cepat tau ending di akhir halaman.

Thanks for my dear, yang udah traktir nonton. πŸ˜‰ ditraktir mulu bikin aku jadi pengen nonton terus. πŸ˜€ . Tapi senang juga nonton filmnya kan ??? Hayo ngaku …. Jangan kapok ngajakin aku nonton lagi ya …

Published in: on 1 Desember 2009 at 10:58 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Ada Komen Baru Gak Ya ?

Tiap kali buka dasbor, biasanya aku liat halaman stat dan komentar dulu. Hari ini ada komen apa, atau ada berapa orang yang udah ngintip blog ini. Dari awal blog ini ada, yang komen disini dikit banget. Ya wajar aja. topiknya nggak ada yang menarik. Heheh.

But anyway, biar nggak menarik yang penting tetap eksis kan ? Huahaha … maksa amat. Emang aku nyadar banget kalo tulisan-tulisan aku disini itu nggak untuk bikin orang bisa melirik dan seterusnya mampir. Soalnya nggak ada sesuatu yang menjadi kebutuhan mereka untuk sering mampir kesini. Disini nggak ada info, tips, ramalan bintang, atau bahkan gosip artis :). Kalo ngegosipin diri sendiri sih iya. Heheh.

Emang nggak bisa dipungkiri kalo komen itu punya pengaruh dalam semangat menulis. Rasanya nggak sia-sia nulis banyak hal yang menguras tenaga dan inspirasi kalo ada yang bisa nanggapin. Entah itu tanggapannya baik ataupun buruk. Namun setidaknya ada satu atau dua pendapat yang bisa dijadiin acuan tentang kualitas tulisan ataupun kualitas topik. Jadinya ada feed back atau timbal balik, dan nggak jadi semacam komunikasi satu arah aja.

Biasanya jumlah komentar akan menjadi bukti kepopuleran sebuah blog. Kalo banyak yang ngefans ama isi blog atau pembuatnya, biasanya bakalan banyak yang mengunjungi dan ngasih komen.

Jadi blog aku nggak populer dong. Wah … payah ! Di dunia real dan di dunia maya aku sama nggak populernya. Hihihi … tapi gimana mau populer coba. Kalo tiap hari kerjaannya mengurung diri terus. Pulang kantor paling langsung pulang ke rumah. Setelah di rumah aja nggak kemana-mana. Palingan eksisnya di ruang tamu doang di depan TV 😦 .

Blog ini sama aja. mengurung diri terus dan nggak mau sosialisasi. Kalo blog walking, cuman numpang lewat doang dan nggak ninggalin jejak. Kalo ada yang mampir dan ngasih oleh-oleh komentar manis, nggak ditanggapin. Sombong banget jadi orang ya ? Heheh …

Jadi sombong, jangan dong. Nggak populer aja jadi sombong, gimana kalo udah populer yak ? πŸ˜‰

Published in: on 4 Agustus 2009 at 5:17 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Tape Deh …

Ngajarin karyawan baru lagi nih. Tape deh … moga yang ini bisa betah. Capek bo’ ngajarin mulu. Soalnya yang terakhir paling lama bertahan cuma 3 bulan udah minta resign. Emang rada susah ngajarin marketing. Apalagi untuk produk IT. Butuh pengetahuan khusus dan minat belajar yang tinggi untuk bisa cepat menyesuaikan diri.

Published in: on 18 Juli 2009 at 4:09 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Datang Ke Kantor Lebih Pagi Yuk …

Tiba di kantor lebih pagi menyenangkan ya. Tiba lebih awal, berarti punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal lain sebelum bekerja. Seperti pagi ini. Kantor masih sepi. Berita pagi di koran sudah menunggu untuk dibaca.

Suasana masih hening, tak ada celotehan si Gatot yang tiap pagi menyapa si Budi dengan ledekan dan ejekan. Sungguh menyenangkan, kantor jadi serasa rumah sendiri.

Pagi-pagi gini enaknya ngecek email dan blog pribadi tanpa kuatir ada longokan kepala yang menyembul dengan rasa ingin tahu yang besar. Huh, mereka itu mau tau …. ajah urusan pribadi eikeh.

Well, salah satu yang aku suka jika datang paling pagi adalah melihat mereka yang grasak grusuk pengen baca koran lebih dulu sebelum pukul 9 berdentang. Soalnya setelah jam itu, nggak bakalan ada yang boleh baca. Semuanya mesti udah di ruangan masing-masing dan memulai aktivitas bekerja. Heheh … baca koran itu semacam ritual yang sakral tiap paginya. Soalnya rasanya rugi kalo nggak baca. Padahal di rumah juga ada kan ? Cuma nggak sempat aja bacanya. Soalnya bangunnya sering kesiangan, berangkat ke kantor pake buru-buru, nggak sempat sarapan pula. Walhasil mesti berburu baca koran di kantor. Wkwkwkwk.

Published in: on 15 Juli 2009 at 6:02 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

New Theme

Asik … tema baru, suasana baru, semangat baru.

Ayo … ayo … ayo …. tambah semangat ya nerbitin tulisannya. Tema baru ini lebih adem kan ya ? Mata nggak sepet karena warnanya nggak ngejreng kayak yang k emaren. Trus fontnya sudah agak lebih besar, jadi kalo ngebaca nggak mesti terlalu dekat ama layar kompi. Jadi lebih nyaman deh kalo bertandang ke sini. Iya kan ? Moga-moga nggak pada bosan ya nyasar kesini. πŸ™‚

Mohon maaf ya kalo blog ini udah jarang tersentuh oleh yang punya. Soalnya selain kerjaan makin tambah banyak, nih mata juga mulai cepat bosan kelamaan di depan layar. Jadi nerbitin postingan suka semaunya. Heheh.

Harap maklum ya sodara-sodara.

Published in: on 15 Juli 2009 at 5:00 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Bener-bener Postingan Nggak Penting

Dari sekian banyak pengunjung di blog ini, kebanyakan mereka kesasar di postingan-postingan ini.

1. sepeda

2. distro

3. kebaya

Kok nggak pada bosan sih nyasar kesitu ? Emang nyasar mesti pilih-pilih ya mbak ? Heheh.

Yang paling sering dikunjungi adalah posting mengenai sepeda. Ternyata jaman sekarang masih banyak juga ya yang minat ama sepeda. Mereka peduli banget ama global warming kali ya. Tapi sepeda di jaman sekarang emang bukan sekedar alat transportasi doang. Lebih banyak dijadikan alat untuk berolah raga.

Setelah sepeda, pengunjung juga banyak yang nyasar di distro dan kebaya. Mereka lagi nyari model pakaian yang lucu-lucu kali ya. Sayangnya jika mereka teteup keukeh nyasar di sana, mereka nggak bakal dapat model pakaian atau kebaya yang lucu-lucu. Abisnya disitu aku cuma curhat doang kok. Kebetulan aja temanya seperti itu. Heheh. Sori ya visitor semua.

Sebenarnya nih ya. Kalo ditelusuri dari postingan pertama hingga postingan yang sekarang, isinya tuh hampir nggak ada yang menarik. Soalnya rata-rata cuma cuap-cuap doang. Sekedar online diary (tuh istilah dari siapa ya ?) gitu. Jadi buat orang lain pastinya nggak teramat penting buat dibaca. Tapi buat yang punya blog, pastinya penting dong ah.

Otre deh, yang pastinya postingan kali ini juga nggak ada penting-pentingnya. Yang penting buat aku adalah … bisa menuh-menuhin kuota postingan. Ini udah postingan yang keberapa ya ? Dah cukup seribu belom ???Β  πŸ˜‰

Published in: on 14 Juli 2009 at 3:48 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

My New M3510

Dah dua minggu ini lagi mainin hape baru. Samsung M3510 Beat. Awalnya sih lebih tertarik dengan fitur Samsung L700. Tapi setelah melihat warna cerah M3510, jadinya lebih milih M3510. Kalau dari fitur sih, emang lebih lengkap L700 ya. Karena udah lengkap dengan 3G. Tapi karena berhubung mata lebih naksir si soft white yellow itchu … ya udah L700 dilewatin aja. Tapi sebenarnya sayang banget sih dah nyuekin 3G nya ituh. But anyway on my way busway … still love my white yellow.

Cukup puas juga sih makenya. Soalnya buat aku yang paling penting bisa telepon dan sms-an. Untuk fasilitas yang lain, minimal bisa foto-fotoan dan dengerin musik. Tapi yang lebih penting harus bisa MMS-an. Kayaknya rugi banget deh kalo ada foto bagus trus nggak langsung dikirimin ke orang-orang. Heheh … narsisnya mulai keliatan.

Untuk koneksitas, M3510 lumayan bagus. Pengiriman via GPRS dan Bluetooth lumayan cepat. Jadi nggak perlu nunggu lama cuma buat ngirim beberapa file. Hanya saja aku masih belum bisa ngutak atik browsernya. Dah nyoba launch ke yahoo atau google, tapi nggak bisa mengakses. Entah pengaturan browsernya mesti aku benahin dulu atau gimana.

Satu hal yang bikin aku bete, baterenya cepat drop. Mungkin karena GPRS aktif terus. Soalnya belum bisa nemuin cara buat nggak ngaktifinnya. Kayaknya hape ini emang dirancang untuk GPRS terus aktif.

Dan mungkin juga karena saat pemakaian pertama, baterainya cuma aku charge selama 2 jam. Padahal katanya harus ngecharge minimal 4 sampai 8 jam. Emang dasar akunya yang bandel, trus gimana dong ? Heheh.

Published in: on 13 Juli 2009 at 7:18 pm  Tinggalkan sebuah Komentar