Yang layak untuk kita pikirkan

Sesungguhnya kau tahu apa yang menjadi beban di pikiranku belakangan ini. Hanya saja … entahlah. Mungkin kau hanya berpura-pura tak mengerti, atau mungkin saja kau memang tak memikirkan masalah ini sama sekali. Atau kemungkinan yang paling akhir bahwa kau memang sengaja tak memikirkannya dan lebih memilih untuk mengulur waktu hingga aku bosan menanyakannya dan memutuskan untuk pergi meninggalkanmu. Mungkin pikirmu itu lebih berwibawa dibandingkan harus meninggalkanku dalam kepedihan mendalam karena teramat sangat menginginkanmu bersamaku selama-lamanya. Tapi aku harap semua dugaanku salah.

Entah mengapa alasan ketidak siapanmu membuatku berpikir bahwa kau sama sekali tak menginginkan hal yang sama denganku. Selalu saja alasan seperti itu yang kau kemukakan untuk mematahkan keinginanku untuk sekedar mengutarakan kemungkinan-kemungkinan jalan keluar yang dapat kita tempuh.

Seringkali aku merasa kecewa bila mencoba untuk membahas masalah ini. Sebab tanggapan darimu seringkali adalah untuk menyerahkan segala pemecahan masalah ini pada Yang Maha Kuasa agar memberikan petunjuk. Memintaku untuk banyak berdoa semoga Allah memberikan rejekinya dalam waktu dekat, sehingga kita bisa membicarakan masalah ini dengan lebih serius.

Sayangku … aku dengan sangat dan amat menyadari bahwa segala-galanya telah diatur oleh-Nya. Hanya saja aku merasa itu bukan satu-satunya alasan untuk mengabaikan masalah ini. Sebagai manusia kita wajib berusaha bukan hanya mengharapkan keberhasilan dalam bentuk doa. Sikapmu yang seperti ini membuatku merasa bahwa kau tidak sepenuhnya menginginkan apa yang kuinginkan. Aku meghormati dan menghargai pendapat serta keinginanmu untuk memupuk kemapanan terlebih dahulu ketimbang membina rumah tangga. Aku sangat paham dengan kekhawatiranmu akan masa depan yang suram bila tidak dibekali dengan pondasi finansial yang kuat.

Tapi sebagai manusia yang yakin dan percaya bahwa Allah tak pernah tidur, kita wajib percaya bahwa Ia Maha Melihat. Ia dapat menilai hamba-Nya yang telah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menggapai keberhasilan. Aku selalu percaya bahwa setiap manusia yang dilahirkan di muka bumi ini telah diberikan rejeki masing-masing sesuai dengan porsinya. Tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Hanya tergantung dari pribadi manusia tersebut untuk dapat berusaha memperoleh rejeki dan keberhasilan yang telah dianugerahkan padanya. Dan yang lebih penting adalah bagaimana kita sebagai manusia wajib mensyukuri apa yang telah menjadi nikmat yang diberikan oleh-Nya.

Sayangku … aku ingin sekali mendampingimu menjalani hari-hari denganmu. Tidak hanya bahagiamu, tapi juga sedihmu. Tidak hanya kemudahanmu, tapi juga kesulitanmu. Tidak hanya keceriaanmu, tapi juga kemurunganmu. Yang kuinginkan saat ini hanyalah dirimu. Dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. Jangan takut aku akan merasa kecewa jika suatu saat nanti kau tak mampu memenuhi keinginanku dalam hal materi. Bagiku materi bukanlah segalanya. Yang terpenting buatku adalah kebersamaan dan kekompakan dalam menjalani semuanya … BERDUA. Tidak seperti sekarang ini. Kau dan aku masing-masing menjalani hidup secara pribadi yang seolah-olah hanya memikirkan diri sendiri. Kau dengan segala hal yang berhubungan dengan diri dan keluargamu. Dan aku dengan segala hal yang berhubungan dengan diri dan keluargaku. Tak sekalipun dari kita berdua yang merasa bahwa persoalan akan lebih mudah ditemukan jalan keluar bila dua keluarga menjadi satu.

Yah … mungkin salahku jika berharap terlalu banyak darimu. Berharap sesuatu yang belum siap kau jalani hanya akan membuatmu lebih tak sanggup memikul beban yang lebih berat. Saat ini aku hanya dapat menganggap bahwa aku tak kehilangan apa-apa. Untuk memilikinya pun aku tak akan banyak berharap. Sebab jika kita tidak tahu apa yang kita punyai, mungkin saja kita tidak terlalu merasa kehilangan apa yang tidak kita punyai itu.

Published in: on 24 Februari 2010 at 5:51 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2010/02/24/yang-layak-untuk-kita-pikirkan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: