Kekecewaanku

Kau tahu bahwa aku bukanlah tipe orang yang secara frontal menyatakan keberatan jikalau ada yang tidak sesuai di hati. Untuk itulah aku berusaha menyalurkan kritik atau komplain dengan cara meminjam bait dalam lagu. Aku hanya sekedar ingin kau tahu bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Itupun jika kau mau tahu keadaan hatiku yang sebenarnya. Itupun juga jika kau mau menanggapi dengan serius keresahanku.

Ada beberapa hal yang sebenarnya mengganggu pikiranku selama ini. Dan itu semua ada kaitannya denganmu. Dapat aku katakan bahwa selama hampir 4 tahun ini aku belum dapat mendalami pemikiranmu. Entah karena selama ini kita jarang berbincang dari hati ke hati, atau entah karena kita masing-masing masih saling menutup diri.

Aku tidak menyalahkan sikap menutup diri itu. Karena aku tahu bahwa kita sama-sama saling menghargai perasaan masing-masing. Hanya saja kekecewaan melandaku karena kau seolah-olah tak menanggapi dengan serius usahaku menyampaikan perasaan. Terlebih lagi kekecewaan mendalam saat kau mengatakan bahwa aku tidak kreatif dan inovatif.

Sayang … telah terlalu banyak kata yang kuciptakan hanya untuk sekedar menghapus galau yang mendera. Lebih dari seribu kata yang tersimpan rapi di tiap lembar halaman blog pribadiku. Tak berani kuutarakan secara langsung hanya demi dan untuk menjaga hatimu.

Tak ada petunjuk apapun dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang berputar di setiap liang otakku. Pertanyaan yang jawabannya hanya berkubang di dalam diammu. Sikap diammu seolah menyiratkan bahwa kau tak sungguh-sungguh peduli atas keluh kesahku padamu. Tak kau sadarikah itu sayang ?

Sungguh aku tak menyangka bila barisan kalimat dalam lagu itu tak mampu menggugah hatimu. Penggalan lirik itu sengaja kuhantarkan sebagai pengganti suaraku. Aku mengerti jika kau menginginkan seorang wanita yang cerdas, memiliki jiwa yang kreatif dan inovatif. Aku pun mengerti bila kau menginginkan seseorang yang mampu menyuarakan isi hatinya dengan kata-kata dari hati dan bibirnya sendiri, bukannya meminjam dari bait atau syair sebuah lagu.

Apakah tak kau sadari bahwa aku juga membutuhkan seorang pria yang mampu membelai hatiku tidak hanya dengan sekedar kata ? Keinginanku untuk mendapat sedikit hal nyata dalam kata-katamulah yang ingin kuutamakan.

Published in: on 29 Oktober 2009 at 9:52 pm  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/10/29/kekecewaanku/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. sabar……

  2. iya cha, nih aku berusaha sabar. bisax cuma protes di blog aja.
    makasih ya dah mampir sekalian ngasih komen


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: