Mungkin Ini Kesalahanku

Lebih dari sepekan telah berlalu sejak kegundahanku kuutarakan padanya. Berharap sedikit benih harapan muncul dalam setiap untaian kata-katanya. Namun harapan hanya tinggal harapan. Kembali terpendam dalam lubuk hati yang paling dalam.

Entah sampai kapan kegundahan itu akan kembali muncul ke permukaan. Menyeruakkan tanda tanya yang mungkin saja hanya akan mendapatkan jawaban yang kembali sama. “Ketidak pastian”, atau mungkin akan sedikit berbeda, “Keraguan”.

Ketidak pastian dan keraguan bagiku memiliki makna yang sama. Sama-sama tak dapat diandalkan untuk memperoleh jawaban yang jelas akan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini memenuhi rongga pikiranku.

Mungkin ini disebabkan oleh kesalahanku sendiri. Tak mampu mengutarakan kegundahan secara jelas dan gamblang padanya. Mungkin caraku mengungkapkan kegelisahan ini belum cukup mengena di hatinya. Sehingga iapun masih perlu banyak waktu untuk mencerna segala keluh kesah yang kuutarakan padanya.

Apa mau dikata. Aku hanya seorang wanita yang tak mampu berkata terus terang bahwa aku ingin menjadi pendamping hidupnya. Menjalani hidup ini bersamanya, sekarang dan selamanya. Menemaninya di kala suka dan duka. Bersamanya menikmati pesona sore hari di teras rumah dan ditemani secangkir teh hangat favoritnya.

Akulah sang wanita yang kala menumpahkan perasaannya tak mampu menguraikannya dalam bentuk kata-kata yang pas. Hingga hanya mampu membuatnya bingung dan pusing tujuh keliling memikirkan makna akan perkataanku.

Sebutlah aku sang putri malu yang bila tersentuh akan menelungkupkan daun-daunnya seolah-olah tak ingin disapa. Namun jauh dalam lubuk hati ia berteriak mengharapkan sapaan itu sekali lagi.

Rasa yang amat sakit di kepala tiba-tiba menyerangku. Seakan berusaha menghentikan upayaku mencari cara menyampaikan isi hatiku padanya. Mungkin ini mengisyaratkan agar aku menjalani hubungan kami bagaikan air yang mengalir. Toh aku tak perlu meragukan keseriusan dan kesetiaannya padaku. Dalam hal ini, dialah sang jagoan yang tak terkalahkan.

Published in: on 21 Oktober 2009 at 4:22 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/10/21/mungkin-ini-kesalahanku/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: