Undelivered Message

Dear my love,

I’d like to say “I am sorry”. Berulang kali aku membuatmu merasa tak nyaman dengan sikapku yang sulit dimengerti. Mungkin karena aku bukan pembicara yang baik dan bukan pula penyampai maksud yang baik.

Seringkali ada hal yang ingin kusampaikan padamu, tapi ternyata sulit hanya untuk sekedar memulainya. Mungkin disebabkan aku dan kau terlalu menjaga hubungan ini dengan baik. Sehingga tak ingin satu atau dua patah kata malah merusak hubungan yang telah kita bina dengan baik.

Jika kau mengenalku dengan baik, kau tentunya tak sulit memahami apa yang terjadi dalam diriku. Kau tentu mampu mengerti apa yang menjadi beban pikiranku selama ini. Sesungguhnya, apa yang menjadi pokok pemikiran kita selama ini kurang lebih sama. Hanya saja selama ini kita kurang membicarakannya, sehingga terjadi kesalahpahaman disebabkan tak ada inisiatif dari salah satu pihak untuk mulai membicarakannya.

Bukankah dalam sebuah hubungan, komunikasi itu hal yang paling penting ? Tapi mengapa dalam hubungan kita selama ini, justru hal itulah yang menjadi batu sandungan ?

Aku ingin menjalani hubungan ini tidak hanya dengan menikmati manisnya madu. Mengecap pahitnya empedu pun bukan sesuatu yang tabu buatku. Mungkin aku bukan orang pandai yang bersyukur dengan apa yang telah dimiliki. Segenggam emas telah ada di tangan, namun sebongkah batupun masih pula menjadi dambaan.

Tak bisakah sesekali kita membahas sesuatu yang panjang lebar. Meskipun alot dalam pembicaraan namun setidaknya semua kegundahan dan beban yang ada di dalam hati dapat kita keluarkan ? Tak bisakah sesekali kita berdebat tentang sesuatu dan menyelesaikannya sampai tuntas ? Meskipun sesekali kata-kata kasar atau bahkan cacian terlontar namun setidaknya semua masalah dapat terkikis hingga habis ?


Satu hal yang ingin kusampaikan padamu adalah bahwa semakin hari semakin banyak pikiran buruk yang menghantam kepalaku. Entah itu karena gunjingan orang, entah itu karena desakan dari beberapa teman, dan entah pula karena bahan bacaan yang seringkali kudapati saat blog walking.

My dear, aku sendiri tak tahu apa yang ingin kusampaikan padamu melalui surat ini. Tapi paling tidak engkau tahu bahwa hatiku tidak sedang baik-baik saja. Aku hanya ingin setidaknya engkau tahu bahwa di dalam hubungan kita sedang ada riak-riak gejolak yang perlu ditenangkan. Aku tak ingin kau meneruskan sikapmu yang berpura-pura bahwa tak ada masalah dalam hubungan kita selama ini.

Your love

Published in: on 28 April 2009 at 7:02 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/04/28/undelivered-message/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: