Copy Paste

Gara-gara ngebaca postingan si mbok venus, aku jadi ikutan komen juga. Sebenarnya etika untuk copy paste itu seperti apa ya ? Apakah cukup hanya dengan menambahkan tautan ke alamat tulisan aslinya, ataukah harus minta izin juga secara lisan ataupun tulisan kepada penulis aslinya ?

Pembajakan emang agak sulit dihindari. Secara masih banyak orang yang ingin mendapatkan sesuatu secara instan. Sampe-sampe ide kreatifpun pengennya didapat secara instan, tinggal kopas doang.

Awal aku buat blog ini di akhir Januari 2009 lalu, aku juga nggak banyak ngerti masalah etika kopas seperti ini. Kalau masalah tulisan sih, aku nggak  pernah ‘nyulik’ ide orang lain. Meskipun terkadang untuk dapat ide untuk menulis biasanya harus blog walking dulu untuk bisa nemu kalimat awal dalam tulisan. Paling banter sih ngopi gaya penulisan aja. Secara aku ini penulis amatiran yang belum nemu style sendiri dalam menulis.

Tapi untuk gambar, jujur nih ya … biasanya neeh and seringnya sih copy paste dari tempat laen. Masalahnya aku nggak jago motret and ngutak atik photo shop. Tapi sering kali aku menyisipkan tautan ke tempat ngambil gambar tersebut. Meskipun nggak setiap kali juga. Soalnya kadang internetnya lemot, jadi malas deh. Sorry ya kalo ada yang aku kopas gambarnya tapi nggak aku sisipin taut kesana.

Umumnya sih kalo emang orang-orang dah pada ngerti kalo tindakan pembajakan itu suatu hal yang diharamkan dan tidak dianjurkan, mestinya harus lebih berhati-hati untuk kopas. Kalau agak males untuk nyisip taut ke gambar, mending gak usah pake gambar. Kalau emang lagi nggak ada ide buat nulis, mending nggak usah posting sekalian. Tunggu ide muncul baru nulis. Itu salah satu cara untuk meminimalisasi praktek “pengkopipastean” (ya ampyuun … namaku ada di antara kata ini, hihihi. Yang kenal aku pasti bisa nebak neh).

Eniwey … mohon sorry sebesar-besarnya yah bila ada suatu kata, kalimat atau apapun itu yang ada dalam blog ini yang ternyata adalah kopas dan nggak ijin ama yang empunya. Mohon maaf, bisa dijamin hal itu tidak dalam unsur kesengajaan.  Yah … yah … yah … * sambil mengatupkan tangan dan bersembah sujud*

By the way, kalo copy paste dilarang, gimana dengan cut paste, boleh tidak ? *ambil pentungan … pletak*

Published in: on 31 Maret 2009 at 8:20 pm  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/03/31/copy-paste/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Kalo soal etika dan tatacaranya, saya jg gak mudeng. Entah udah ada undang2nya apa gmn, saya jg gak tau. Tp gini deh. Di kasus saya, si imamzaini bukan cuma copypaste tanpa ijin. Dia (ya maaf) ‘mencuri’ puluhan tulisan saya, dipublish di blog dia utuh gitu aja. Kebayang gak gmn sebelnya?

    Makasiiiiih….*pamit salaman*😀

  2. nemu ide buat nulis emang susah, kadag mengalir deres seperti hujan, kadang kering kerontang bak musim kemarau…

    n setujuh… kalo lagi ndak ide, mending blogwalking… biasanya bisa menemukan pencerahan (tapi bukan kupipes)

    hihihihi…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: