Mall vs Distro

Pernah merhatiin gak sih, dimana-mana banyak jaketberseliweran anak-anak muda, kebanyakan anak ABG yang gayanya modis ? Satu hal yang aku perhatikan adalah gaya berpakaian mereka. Sepertinya gaya berpakaian mereka itu hampir semuanya sama. Gaya yang kalau boleh saya katakan adalah gaya ‘distro’.

Kalau dulu, jaman aku masih muda (emang sekarang sudah tua ya ?) anak-anak muda kebanyakan membanjir di mall atau pusat perbelanjaan. Boleh dikata pada saat itu adalah jaman dimana mall mulai mewabah di seantero Makassar. Anak-anak muda atawa abege-abege biasanya sepulang sekolah atau kuliah, tujuannya nongkrong di mall. Entah itu cuma window shopping doang, entah itu shopping beneran, entah itu janji ketemuan, entah itu traktir-traktiran, pokoknya mall is the place to be in deh … (lebay gak seeh). Maka dari itu, gaya berpakaian anak muda saat itu biasanya berkiblat pada trend yang ditampilkan oleh butik-butik di mall.

Lain dulu lain pula belalang (ehh, salah ya). Maksudnya lain dulu lain sekarang. Kalau dulu anak-anak muda memiliki trend ala mall, sekarang kebanyakan anak-anak muda kegandrungan trend ala distro. Gaya berpakaian mereka mengikuti trend atau gaya yang diusung oleh distro. Mulai dari kaos, kemeja, jaket, sepatu, aksesoris, semuanya harus mengikuti gaya distro. Kalau gak beli di distro, artinya tuh anak gak gaul. Seekstrim itu ya ? Hehe, gak deng. Cuma hiperbola aja.

Tapi hal itu tidak bisa dipungkiri. Salah satu korban ‘kebiadaban’ distro adalah adikku sendiri. Dia bela-belain nabung uang jajan dan honor ngajar lesnya demi jaket impian. Sudah diberi saran untuk beli jaket di tempat lain saja yang harganya bisa separuh dari harga di distro. Tapi orangnya keukeh untuk tetap beli di distro. Padahal bahan dan kualitasnya sama. Cuma beda tempat beli doang. Satu di distro, dan satunya lagi di pasar. Hehehe, emang gak keren sih kalau ditanyain sama temen belinya dimana. Pasti bakalan dikunci rapat-rapat tuh mulut gak mau ngebocorin beli jaketnya dimana🙂.

Emang bisa dibilang kalau tempat nongkrong kamu adalah kualitas gaya kamu. Tapi gak semua orang harus memiliki kualitas gaya yang sama kan ???🙂 Just an opinion.

Published in: on 24 Maret 2009 at 5:22 pm  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/03/24/mall-vs-distro/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. […] 2. distro […]

  2. okeyyy setuju buanget

    di distro emang asyk2 bjunya,keyen-keyen….
    tapi bukan berarti kita supaya trend beli di distro kannn


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: