Perang Hangat

Akhirnya aku bisa cepat keluar dari situasi yang beku ini. Perang dingin telah berakhir. Yippie … We are the winner !!!!horray

Waktu akhir pekan kembali seperti semula. Kembali pada rutinitas awal yaitu “perang hangat”😉. Ini kebalikan dari perang dingin.  Sebenarnya yang dimaksud adalah menghabiskan waktu berdua bersama my honey. Setelah hampir seminggu perang dingin tak ada kontak, telepon, sms, bahkan miskol pun tak ada. Entah apa akar musabab sehingga kami saling diam mendiamkan. Tapi hal itu tak menjadi alasan untuk terus melanjutkan perang dingin. Sekarang waktunya mempererat hubungan kembali dengan menghangatkan suasana.

Seperti akhir pekan sebelum perang dingin terjadi, kami biasanya menghabiskan waktu di rumah my honey. Pagi ia menjemput kemudian kami sama-sama ke pasar membeli bahan-bahan untuk dimasak. Setelah sampai di rumah biasanya aku menyiapkan bahan yang dibeli tadi untuk dimasak. Sambil menunggu masakan jadi biasanya ia menonton tv atau memutar lagu-lagu dari memori komputernya.

Setelah acara memasak lalu dilanjutkan dengan acara makan siang berdua. Tak ada hal yang romantis dalam acara makan siang ini. Biasanya kami berdua hanya sibuk dengan hidangan di piring masing-masing dan mulut sibuk berdesis karena kepedasan🙂 . Kami memang makan dengan lahap kalau ada sambal pedas.

Setelah itu  biasanya kami sholat Dhuhur dulu, baru kemudian melanjutkan acara dengan menonton film. Biasanya ini yang paling aku sukai saat berweek-end bersama. Nonton film berdua. Memang berdua karena cuma kami berdua yang ada di rumah (hush … jangan mikir yang jelek dulu ya). Tidak seperti nonton berdua di bioskop. Ngakunya nonton berdua, tapi ternyata rame-rame kan ? Rame-rame dengan penonton yang lain. Hihihi. Nonton berdua di rumah pun sebenarnya tidak sepenuhnya nonton berdua. Soalnya seringkali  si dia ketiduran saat pertengahan cerita. Jadinya nonton sendiri sampai akhir film habis.🙂

Begitu mudahnya perang dingin berakhir dan berganti dengan perang hangat. Aku tak tahu apa yang menyebabkanku mudah bersikap hangat bila bersamanya. Dalam kondisi separah apapun amarahku terhadapnya, bila sudah menemuinya, panasnya hatiku bisa sekejap teredam meski tak ada kata yang terucap. Seakan-akan amarahku menguap dan hanya senyum yang mampu kuperlihatkan.

Pernah suatu kali aku merasa sangat gundah. Banyak hal yang ingin kusampaikan padanya. Segala beban dan masalah ingin kutumpahkan padanya. Tapi setibanya di sana aku tak mampu berkata apa-apa. Hanya mampu memandangnya dengan rona wajah yang malu dan kemudian pamit pulang. Sedangkan ia sibuk mendesak untuk menceritakan kegundahanku padanya. Bertanya-tanya apakah gerangan masalah berat yang menimpaku hingga aku nekat datang kerumahnya dengan bersepeda motor. Hehehe … itu pertama kalinya aku berani mengendarai sepeda motor untuk jarak lebih dari 20 kilometer. Maklumlah, sebelumnya aku hanya berani berkendara dengan sepeda motor dari rumah ke kantor yang jaraknya hanya 3 kilometer.

Tak ada yang dapat keluar dari bibirku ini selain senyum mengikuti senyum di bibirnya. Ya, hanya dengan satu senyum, lukaku mampu terobati. Aku tak pernah membayangkan hal ini benar-benar terjadi padaku. Pikirku selama ini yang dikatakan Bang Suroto bahwa :

Sesulit apapun sebuah perkara akan menjadi mudah hanya dengan seulas senyum dari seorang yang jujur”

Pikirku itu hanya sekedar kata-kata, tapi saat itu aku membuktikannya.

Hingga saat ini aku berusaha menyunggingkan senyum terlebih dahulu bila mulai membicarakan suatu masalah, hal yang penting ataupun hal-hal yang sensitif. Dengan harapan bahwa hal yang akan kusampaikan dapat tersampaikan tanpa memunculkan salah paham.

Published in: on 23 Maret 2009 at 5:36 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/03/23/perang-hangat/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: