Why So Rush

Satu dua kali rasanya aku masih mampu menutup telinga. Berpura-pura tuli bila mereka mulai berkicau. Namun apa dayaku bila kicauan mereka mulai membiusku. Merasuki urat nalar hingga memaksaku berkata pada diri sendiri. Mungkin mereka benar.

Sungguh ku tak ingin membenarkan isi kicauan mereka. Membayangkannya pun tak pernah terlintas. Alasan utama buatku untuk tidak menanggapi segala kicau burung itu adalah karena aku percaya. 100% persen percaya bahwa ia tidak akan menyia-nyiakan aku. 100 % percaya bahwa ia sedang menyiapkan segalanya untuk hari itu. 100% percaya bahwa ia pun sama tak sabarnya denganku menantikan hari itu.

buru-buru

Why rush to take on difficult adult responsibilities? Ya, mengapa perlu terburu-buru untuk mengambil semua tanggung jawab itu bila hal itu belum perlu. Kebersamaan dalam balutan cinta dan kasih sayang tak harus selalu diidentikkan dengan membina rumah tangga. Di luar dari wadah tersebut pun dapat pula direalisasikan. Tapi tentunya sesuai dengan kadar dan batas-batas yang diijinkan.

Published in: on 19 Maret 2009 at 4:49 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/03/19/why-so-rush/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: