Copy Paste

Gara-gara ngebaca postingan si mbok venus, aku jadi ikutan komen juga. Sebenarnya etika untuk copy paste itu seperti apa ya ? Apakah cukup hanya dengan menambahkan tautan ke alamat tulisan aslinya, ataukah harus minta izin juga secara lisan ataupun tulisan kepada penulis aslinya ?

Pembajakan emang agak sulit dihindari. Secara masih banyak orang yang ingin mendapatkan sesuatu secara instan. Sampe-sampe ide kreatifpun pengennya didapat secara instan, tinggal kopas doang.

Awal aku buat blog ini di akhir Januari 2009 lalu, aku juga nggak banyak ngerti masalah etika kopas seperti ini. Kalau masalah tulisan sih, aku nggak  pernah ‘nyulik’ ide orang lain. Meskipun terkadang untuk dapat ide untuk menulis biasanya harus blog walking dulu untuk bisa nemu kalimat awal dalam tulisan. Paling banter sih ngopi gaya penulisan aja. Secara aku ini penulis amatiran yang belum nemu style sendiri dalam menulis.

Tapi untuk gambar, jujur nih ya … biasanya neeh and seringnya sih copy paste dari tempat laen. Masalahnya aku nggak jago motret and ngutak atik photo shop. Tapi sering kali aku menyisipkan tautan ke tempat ngambil gambar tersebut. Meskipun nggak setiap kali juga. Soalnya kadang internetnya lemot, jadi malas deh. Sorry ya kalo ada yang aku kopas gambarnya tapi nggak aku sisipin taut kesana.

Umumnya sih kalo emang orang-orang dah pada ngerti kalo tindakan pembajakan itu suatu hal yang diharamkan dan tidak dianjurkan, mestinya harus lebih berhati-hati untuk kopas. Kalau agak males untuk nyisip taut ke gambar, mending gak usah pake gambar. Kalau emang lagi nggak ada ide buat nulis, mending nggak usah posting sekalian. Tunggu ide muncul baru nulis. Itu salah satu cara untuk meminimalisasi praktek “pengkopipastean” (ya ampyuun … namaku ada di antara kata ini, hihihi. Yang kenal aku pasti bisa nebak neh).

Eniwey … mohon sorry sebesar-besarnya yah bila ada suatu kata, kalimat atau apapun itu yang ada dalam blog ini yang ternyata adalah kopas dan nggak ijin ama yang empunya. Mohon maaf, bisa dijamin hal itu tidak dalam unsur kesengajaan.  Yah … yah … yah … * sambil mengatupkan tangan dan bersembah sujud*

By the way, kalo copy paste dilarang, gimana dengan cut paste, boleh tidak ? *ambil pentungan … pletak*

Published in: on 31 Maret 2009 at 8:20 pm  Comments (2)  

April Mop ??? Apaan Seeh ….

Ada yang ingat bahwa besok adalah tanggal 1 April ? april-mop1Biasanya neh … orang-orang di Indonesia merayakannya dengan istilah April Mop. Katanya sih ini hari dimana orang-orang dapat melakukan kebohongan dan membodohi orang lain tanpa dianggap bersalah. Kayak tipu-tipu gitu deh. Bahasa kerennya sih ‘becandaan’ doang.

Tapi apa iya becandaan itu akan membawa suatu manfaat ? Bisa jadi orang yang dikerjain nggak senang dengan becandaan yang diberikan. Bisa jadi mereka menanggung malu karena dianggap mudah ditipu. Bisa jadi juga rasa percaya akan serta merta hilang di tiap tanggal 1 April dikarenakan tak ingin tertipu.

Seperti halnya tragedi di 1 April 1946 dimana terjadi  tsunami gempa Pulau Aleutian yang membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan “Tsunami April Mop“, karena banyaknya orang yang mati disebabkan tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut.

Kalo aksi tipu menipu berupa lelucon, buat aku bolehlah. Asal aksinya nggak menyebabkan seseorang jadi uring-uringan sepanjang hari dikarenakan tertipu. Kalo cuman bohong ke someone dengan bilang bahwa ada cabe yang nyelip di gigi, trus bikin dia gak pede ngomong, trus kita beri cermin untuk ngilangin tuh cabe, dan pada saat yang sama dia baru sadar kalo cuman dikerjain, itu sih masih wajar lah yaw.

Tapi kalau tipuannya sampe yang keterlaluan banget sih, aku nggak setuju. Even you did it to your very very close friend. Buat aku kayaknya nggak asik aja ngeliat temen sengsara karena kejailan kita. Emangnya kita juga mau dijailin ? Nggak kan ? Ayo … pada ngaku. Kayaknya nggak pernah ada deh orang yang pengen dirinya dijailin orang. Kalaupun memang ada, tuh orang kayaknya bego deh. Atau cuman pengen cari sensasi aja biar dapat perhatian lebih. Eh, kok malah ngejudge seh ? 🙂 Peace !!!

Baydewey  en baswey … aku tipe orang yang nggak suka ngejailin orang. Even in April Fools Day. Bukannya aku ini orang yang teramat baek dan penyayang terhadap sesama, bukan … Tapi terlebih karena aku itu orangnya nggak kreatip dan nggak punya ide untuk mau jailin orang seperti apa. Lagi pula nih … banyak orang bilang muka aku tuh muka innocent banget. Jadi nggak bakalan bisa deh bo’ongin orang lain. heheh … *narsis mode on*

Well … I think it’s your own choice to fool your friend or not. Do it in easy or hard way. You can decide it by your own. But you also may take the consequence.

Okey dey … Have a nice April Fools Day tomorrow …

Published in: on 31 Maret 2009 at 4:09 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

I Miss That Moment

Akhir-akhir ini sang ibu tercinta sering ngajak keluar bareng. home_familyKemana aja, pokoknya kalo aku ada libur sehari aja and nggak ada acara apa-apa dengan my honey, biasanya ia bakal memancing jiwa-jiwa petualangku (lebay …) dengan bertanya “Hari ini mau kemana ?” atau “Ke tempat ini yok !” atau “Ayo kita jalan-jalan ke rumahnya ini !”.

Awalnya aku cuma ngajak ibu ke acara “Chaki Fun Walk” tempo hari. Acaranya seru. Lumayan buat kami-kami ini yang jarang berada di tempat keramaian selain mall dan pasar. Akhirnya sang ibu jadi ketagihan jalan-jalan. Selain itu katanya aku sudah mulai lincah bawa kendaraannya. Nggak kayak dulu sewaktu baru pertama kali dia ikut dan aku bawa jalan-jalan and plesiran ke rumah-rumah kenalan (emang bertamu ke rumah orang bisa dibilang plesiran ?)

Aduh mami … nggak nyadar ya kalo anaknya ini pembalap (pemudi berbadan gelap) ? kekeke. Jadi deh aku ngajakin mami (ceile mami … biasanya juga manggil dengan sebutan emak 🙂) jalan-jalan. Entah itu cuma nyari tempat makan bakso yang uendang, entah itu nyari tempat kost-an buat temen, entah itu cuma keliling-keliling and muter-muter kota aja. Yang penting mami nggak bosan di rumah yang sehari-harinya cuma ngadepin urusan dapur, sumur dan kasur yang belakangan masih ditambah dengan urusan nganggur (baca : melamun) karena saking nggak adanya kegiatan menyenangkan.

But it makes me feel happy too. Dulu-dulunya nggak banget deh ngajakin mami kemana-mana, secara dulunya masih ABG getoh. Rasanya malu aja kalo jalan-jalan sama ayah atau ibu. Ntar disangkain anak mami lagi.

But … time goes on and now i feel more excited when I took her with me. I mean, just walking-walking Rasanya asik juga jalan-jalan sama salah satu atau with the whole family member to some place just you and your family.

Yah … boleh dikata kebersamaan seperti itu sudah jarang terjadi. Biasanya kalau hari libur masing-masing punya kegiatan sendiri-sendiri. Lebih-lebih kalau bukan hari libur. Boleh dikata masing-masing anggota keluarga cuma bisa say hello semenit-dua menit aja sebelum tidur, trus abis itu besoknya sebelum sempat sarapan bareng masing-masing udah ngacir entah kemana.

I miss … I miss the moment ….

Published in: on 30 Maret 2009 at 9:44 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Ini kantor atau kuburan ya ??

Kok sepi banget nggak ada kegiatan berarti.kuburan Yang satu lagi asik maen ama ponselnya, yang satunya lagi sibuk seluncuran di internet, yang lain nggak tau lagi ngapain tuh. Lagi mati gaya semua ya ???

Ini nih, korban krisis keuangan dan krisis ekonomi. Begini nih jadinya. Orang kantoran nggak ada kegiatan, secara penjualan nggak gerak-gerak. Betah stand by diposisi itu aja. Grafik penjualan bulan ini bakalan datar-datar aja neh.

Divisi Marketing mana sih ??? Kerja dong … jangan tidur aza. Kita-kita yang di Divisi Operasional jadi ikutan pingsan nih.

Bete sebete-betenya. Dah nggak tau mau ngapain lagi nih.

Maen game udah. Chatting udah. Ngerumpi udah. Ngopi-ngopi (enggak deng, secara nggak doyan kopi). Keluar masuk ruangan, buka tutup pintu dalam rangka pengecekan apakah pintu ituw dalam kondisi oke dan nggak ada ganjalan suatu apapun juga udah. Dwoooh … apa lagi yak ??? Sleep a little sleep aja nih yang belum. Aku keliatan gak ya di CCTV kalo ngambil posisi tidur ??? Hahahaha …. jangan coba-coba deh. Kecuali mau dapat surat pusaka hari itu juga (baca : SP / Surat Peringatan).

Published in: on 30 Maret 2009 at 8:23 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

HP-nya Mana ?

“Tadi kan kamu yang simpan”.  hpThat’s my word to my younger brother.

Ini nih yang aku kuatirkan. Adikku yang satu ini memang rada sembrono kalau menyimpan barang. Sebelum naik ke atas motor tadi sudah diingatkan untuk menyimpan hp yang ia pegang. Takutnya hp itu tidak sengaja jatuh atau hilang.

Tapi mungkin memang sudah takdirnya barang itu mesti hilang. Jadinya ya … lenyap … gone nowhere.

Mungkin ini suatu peringatan buat aku. Secara aku lumayan cerewet kalau meminjamkan suatu barang ke seseorang, even to my own family. Bukan apa-apa sih. Aku merasa ikhlas kalau meminjamkan sesuatu ke orang yang dapat menjaga dan merawat barang yang aku pinjamkan. Rasanya lega aja kalau barang itu terjamin di tangan si peminjam.

Tapi seringkali kalau adikku ini yang meminjam, rasa kuatir selalu ada. Orangnya sembrono dan serampangan. Barang apa aja yang ia bawa seringkali hilang. Mulai dari barang yang berharga sampai pada barang yang tak berharga. Termasuk hpku yang satu ini. Ini salah satu alasan mengapa Ayah dan Ibu tidak mengijinkan adikku untuk memiliki hp. Selain karena takut hilang, keseringan hp menyebabkan mereka tidak konsentrasi belajar. Yang ada mereka hanya sibuk bersms-ria atau berhaha-hihi dengan kawan mereka di ujung telepon. Hanya saja untuk keperluan tertentu, aku akan meminjamkan salah satu hp yang aku punya untuk mereka bawa.

Harga hpnya memang tidak seberapa. Lagipula yang namanya materi masih bisa dicari. Hanya saja kok ya rasa percayaku menguap begitu saja. Ada rasa di hati untuk tidak lagi  meminjamkan sesuatu yang berharga pada mereka. Ada rasa bahwa mereka tidak mampu memperlakukan suatu barang seperti perlakuanku pada barang-barang yang aku miliki.

Mungkin karena mereka masih belum cukup dewasa. Belum cukup mengerti bahwa suatu benda juga perlu dihargai dan diperlakukan dengan layak. Bagi sebagian orang, benda juga memiliki jiwa layaknya makhluk hidup. Jika benda itu merasa tidak diperlakukan dengan layak oleh si pemiliknya, maka ia akan mencari pemilik baru.

Okay, now stop talking about that. Kali ini aku mau introspeksi diri. Dengan hilangnya hpku yang satu itu, aku merasa ini suatu teguran dari Tuhan. Selama ini aku kurang bersyukur. Ia sebagai pemberi segala nikmat dan kemudahan yang aku rasakan selama ini sudah mulai aku lupakan. Mungkin ini suatu sapaan untuk mulai menatap-Nya kembali. Aku anggap ini suatu hardikan bahwa aku masih perlu lebih banyak lagi berbagi sedekah dan beramal *wise face mode on*.

Published in: on 30 Maret 2009 at 4:27 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Interupsi di Pagi Hari

Kamis, 26 Maret 2009.

Di pagi yang sunyi, sepi dan sendiri. Handphone di bawah bantal bergetar dan berkoar-koar minta dijawab.

Wadooh … siapa sih yang nelepon pagi-pagi buta kayak gene ?

Eh, gak buta-buta amat sih. Soalnya sang mentari dah ngintip tuh di balik jendela. Tapi hari ini kan libur, secara hari ini hari raya Nyepi. Boleh dong aku turut merayakannya dengan menyepi dan tidur sampai siang.

Huuh, siapa sih ? ganggu aja deh.

Aku : Halo …

+6285299823xxx : Hallo … Assalamu Alaikum …

Aku : Walaikum Salam … Siapa nih ? ( dengan nada-nada jutek pertanda lagi nggak pengen diganggu)

+6285299823xxx : Ini Risma

Aku : Iya, mau bicara dengan siapa ? (masih dengan nada jutek, biar dia tau kalo yang diteleponin orangnya jutek)

+6285299823xxx : nggg … bisa bicara dengan Kak Bahri ?

Aku : Bahri ? disini nggak ada yang namanya Bahri. Salah sambung kali.

+6285299823xxx : ooh, nggg … maaf deh kalo gitu.

Klik. Tuut tuut tuuuut …. sambungan terputus., convers end..

Sebel deh, pagi-pagi kayak gini sudah ada yang salah sambung. Kok nggak tunggu siangan aja sih salah sambungnya ? Hati dan pikiran kan udah nyatu tuh, jadi nggak bakalan jutek-jutek amat ngejawab teleponnya. Hehehe, padahal dasarnya aja yang emang jutek. Jadi nggak ngaruh mau pagi, siang, sore atawa malam sekalipun, teutep aja ngejawab telepon salah sambung bakalan jutek sejutek-juteknya. Ya udah deh, kan udah aman sekarang. Tidurnya ? lanjuuut ….

Baru pules 5 menitan, si abang hp sudah koar-koar lagi. Tapi kali ini nggak senyaring tadi. Ini pertanda ada sms masuk.

Wadoow … apaan lagi seeh, nggak cukup ya ngerjain orang dengan telepon, sekarang harus ya dengan sms juga ? Siapa sih yang sms ?

Yaah … ternyata masih si salah sambung tadi. Kali ini maunya apa ?

Dari:+6285299823xxx

26/03/2009

06:38

M’f klw bolh tw ni dgn cpa. prasan Q g’ slh smbg the nox aj g’ slh gmn she, Bahryx ad G’?

Yeee … nih orang ngotot ya. Sudah ngotot, pake salah pula.

Kepada:+6285299823xxx

Sy dah blg slh smbg, kok msh ngotot jg ? disini ga ada yg namax bahri

(Message Sent)

Makin keluar nih juteknya. 5 menit, 10 menit, nggak ada balasan. Sudah kapok kali dia. Biarin, orang mau menikmati liburan ini, ya kan ? Bisa dilanjutin nih tidurnya. Asiik, zzzt … zzzzzt ….

(My babe, I love you so much forever you and I, I love you, oh I love you so much forever you and I). Wah, alunan lagu ini nyaman banget deh, serasa dibelai-belai ama my honey. Tapi kok lagunya jadi tambah nyaring suaranya ? Ya ampyun … itu kan nada dering hpku. Ada yang telepon toh ? Kok ya nggak abis-abis sih yang ngeganggu pagi ini. (menatap screen hp, kening berkerut, mata disipit-sipitin, sambil mikir nomor siapa yang berkedap-kedip di layar itu ? Ooh … ini nomer si salah sambung kan ? mao apa lagi sih nie orang. Ngabisin mood orang lain aja deh. Mau telepon sampe batere habis juga nggak bakal aku ladenin. Daripada nambah dosa ngejutekin orang lagi. Iya kan sodara-sodara ? *tepok tangan dong* 😉

Daripada terganggu terus, mending hpnya dimatiin aja. Lebih aman dan nyaman kan ??? Hehehe …

Sekarang aman, nggak bakal ada gangguan lagi. Bisa tentram deh nikmatin tidurnya.

zzzzzzzzt … zzzzzzzt …. zzzzzzzt …

(tok, tok, tok)

zzzzzt … zzzzt … zzzzt …

(tok, tok, tok )

ehm, yaaa …

(tok, tok, tok) Bangun … dah siang …

zzt … ya bu, zzt … dikit lagi, zzt …

(tok, tok, tok) Ayo bangun … kemarin sudah janji mau nganterin belanja kan ? ayo bangun, ntar kesiangan.

Haduh … sengsara banget deh pagi ini. Emang nggak bisa ya nikmatin pagi yang sejuk ini dengan tidur ? Hehehe, dasar pemalas. Harusnya cewek tuh pagi-pagi begini sudah rapi,sudah wangi dan cantik. Jadinya nggak kalah cantik dan segar dengan bunga yg mekar pagi ini. Ya udah, kebiasaan buruk ditinggalin. Yuk mari kita bangun pagi trus mandi dan gosok gigi, tak lupa membersihkan tempat tidurku. Jadi nyanyi deh tuh …

Published in: on 27 Maret 2009 at 5:03 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

16.40 pm

16.40 pm. Gak jelas mau ngapain. ngantukYang jelas cuman atu. Pengen cepet pulang …

Secara besok libur, and mata udah *ngantuk mode on*

Published in: on 25 Maret 2009 at 10:26 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Mall vs Distro

Pernah merhatiin gak sih, dimana-mana banyak jaketberseliweran anak-anak muda, kebanyakan anak ABG yang gayanya modis ? Satu hal yang aku perhatikan adalah gaya berpakaian mereka. Sepertinya gaya berpakaian mereka itu hampir semuanya sama. Gaya yang kalau boleh saya katakan adalah gaya ‘distro’.

Kalau dulu, jaman aku masih muda (emang sekarang sudah tua ya ?) anak-anak muda kebanyakan membanjir di mall atau pusat perbelanjaan. Boleh dikata pada saat itu adalah jaman dimana mall mulai mewabah di seantero Makassar. Anak-anak muda atawa abege-abege biasanya sepulang sekolah atau kuliah, tujuannya nongkrong di mall. Entah itu cuma window shopping doang, entah itu shopping beneran, entah itu janji ketemuan, entah itu traktir-traktiran, pokoknya mall is the place to be in deh … (lebay gak seeh). Maka dari itu, gaya berpakaian anak muda saat itu biasanya berkiblat pada trend yang ditampilkan oleh butik-butik di mall.

Lain dulu lain pula belalang (ehh, salah ya). Maksudnya lain dulu lain sekarang. Kalau dulu anak-anak muda memiliki trend ala mall, sekarang kebanyakan anak-anak muda kegandrungan trend ala distro. Gaya berpakaian mereka mengikuti trend atau gaya yang diusung oleh distro. Mulai dari kaos, kemeja, jaket, sepatu, aksesoris, semuanya harus mengikuti gaya distro. Kalau gak beli di distro, artinya tuh anak gak gaul. Seekstrim itu ya ? Hehe, gak deng. Cuma hiperbola aja.

Tapi hal itu tidak bisa dipungkiri. Salah satu korban ‘kebiadaban’ distro adalah adikku sendiri. Dia bela-belain nabung uang jajan dan honor ngajar lesnya demi jaket impian. Sudah diberi saran untuk beli jaket di tempat lain saja yang harganya bisa separuh dari harga di distro. Tapi orangnya keukeh untuk tetap beli di distro. Padahal bahan dan kualitasnya sama. Cuma beda tempat beli doang. Satu di distro, dan satunya lagi di pasar. Hehehe, emang gak keren sih kalau ditanyain sama temen belinya dimana. Pasti bakalan dikunci rapat-rapat tuh mulut gak mau ngebocorin beli jaketnya dimana :).

Emang bisa dibilang kalau tempat nongkrong kamu adalah kualitas gaya kamu. Tapi gak semua orang harus memiliki kualitas gaya yang sama kan ??? 🙂 Just an opinion.

Published in: on 24 Maret 2009 at 5:22 pm  Comments (2)  

Perang Hangat

Akhirnya aku bisa cepat keluar dari situasi yang beku ini. Perang dingin telah berakhir. Yippie … We are the winner !!!!horray

Waktu akhir pekan kembali seperti semula. Kembali pada rutinitas awal yaitu “perang hangat” ;). Ini kebalikan dari perang dingin.  Sebenarnya yang dimaksud adalah menghabiskan waktu berdua bersama my honey. Setelah hampir seminggu perang dingin tak ada kontak, telepon, sms, bahkan miskol pun tak ada. Entah apa akar musabab sehingga kami saling diam mendiamkan. Tapi hal itu tak menjadi alasan untuk terus melanjutkan perang dingin. Sekarang waktunya mempererat hubungan kembali dengan menghangatkan suasana.

Seperti akhir pekan sebelum perang dingin terjadi, kami biasanya menghabiskan waktu di rumah my honey. Pagi ia menjemput kemudian kami sama-sama ke pasar membeli bahan-bahan untuk dimasak. Setelah sampai di rumah biasanya aku menyiapkan bahan yang dibeli tadi untuk dimasak. Sambil menunggu masakan jadi biasanya ia menonton tv atau memutar lagu-lagu dari memori komputernya.

Setelah acara memasak lalu dilanjutkan dengan acara makan siang berdua. Tak ada hal yang romantis dalam acara makan siang ini. Biasanya kami berdua hanya sibuk dengan hidangan di piring masing-masing dan mulut sibuk berdesis karena kepedasan 🙂 . Kami memang makan dengan lahap kalau ada sambal pedas.

Setelah itu  biasanya kami sholat Dhuhur dulu, baru kemudian melanjutkan acara dengan menonton film. Biasanya ini yang paling aku sukai saat berweek-end bersama. Nonton film berdua. Memang berdua karena cuma kami berdua yang ada di rumah (hush … jangan mikir yang jelek dulu ya). Tidak seperti nonton berdua di bioskop. Ngakunya nonton berdua, tapi ternyata rame-rame kan ? Rame-rame dengan penonton yang lain. Hihihi. Nonton berdua di rumah pun sebenarnya tidak sepenuhnya nonton berdua. Soalnya seringkali  si dia ketiduran saat pertengahan cerita. Jadinya nonton sendiri sampai akhir film habis. 🙂

Begitu mudahnya perang dingin berakhir dan berganti dengan perang hangat. Aku tak tahu apa yang menyebabkanku mudah bersikap hangat bila bersamanya. Dalam kondisi separah apapun amarahku terhadapnya, bila sudah menemuinya, panasnya hatiku bisa sekejap teredam meski tak ada kata yang terucap. Seakan-akan amarahku menguap dan hanya senyum yang mampu kuperlihatkan.

Pernah suatu kali aku merasa sangat gundah. Banyak hal yang ingin kusampaikan padanya. Segala beban dan masalah ingin kutumpahkan padanya. Tapi setibanya di sana aku tak mampu berkata apa-apa. Hanya mampu memandangnya dengan rona wajah yang malu dan kemudian pamit pulang. Sedangkan ia sibuk mendesak untuk menceritakan kegundahanku padanya. Bertanya-tanya apakah gerangan masalah berat yang menimpaku hingga aku nekat datang kerumahnya dengan bersepeda motor. Hehehe … itu pertama kalinya aku berani mengendarai sepeda motor untuk jarak lebih dari 20 kilometer. Maklumlah, sebelumnya aku hanya berani berkendara dengan sepeda motor dari rumah ke kantor yang jaraknya hanya 3 kilometer.

Tak ada yang dapat keluar dari bibirku ini selain senyum mengikuti senyum di bibirnya. Ya, hanya dengan satu senyum, lukaku mampu terobati. Aku tak pernah membayangkan hal ini benar-benar terjadi padaku. Pikirku selama ini yang dikatakan Bang Suroto bahwa :

Sesulit apapun sebuah perkara akan menjadi mudah hanya dengan seulas senyum dari seorang yang jujur”

Pikirku itu hanya sekedar kata-kata, tapi saat itu aku membuktikannya.

Hingga saat ini aku berusaha menyunggingkan senyum terlebih dahulu bila mulai membicarakan suatu masalah, hal yang penting ataupun hal-hal yang sensitif. Dengan harapan bahwa hal yang akan kusampaikan dapat tersampaikan tanpa memunculkan salah paham.

Published in: on 23 Maret 2009 at 5:36 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Indahnya Senyum Itu

Indah nian kata yang dihiasi oleh senyum indah. Senyum yang mekar dari bibir lembut itu. Senyum yang mampu meruntuhkan segala rasa cemas, gundah dan kesalah pahaman.

Published in: on 21 Maret 2009 at 5:59 pm  Tinggalkan sebuah Komentar