Kekasihku

Kekasihku yang berhati sabar. Tak sekalipun kudapati wajahnya memerah lovekarena marah. Tak sekalipun kudengar nada kesal dalam suaranya. Tak sekalipun kalimat menghakimi terujar dari mulutnya kala ternyata kubuat salah kepadanya. Ia yang berkata lembut  bahwa manusia tak ada yang sempurna, jadi sewajarnyalah bila berbuat kesalahan. Baginya masalah kecil tak perlu dibesar-besarkan, masalah besar tak perlulah lebih diperuncingkan. Baginya menjadi manusia sempurna tidaklah dengan mencari tahu siapa yang benar dan siapa yang salah tapi dengan berusaha memperbaiki dan tidak melakukan kesalahan yang sama. Sungguh kusalut pada kesabarannya.

Kekasihku yang penuh pengertian. Setidaknya baru kali ini aku mengenal seseorang yang begitu pengertian. Ia yang tak pernah memiliki rasa curiga sedikitpun di benaknya. Tidak pula saat aku meminta izinnya agar membolehkanku bertemu seorang kawan pria. Hanya untuk menemani berbelanja keperluannya sebelum ia kembali ke tempat tugas. Ia yang tanpa ragu akan memberikan restunya bila aku memenuhi undangan bertemu kawan-kawan lama tanpa ditemani olehnya. Baginya membentuk suatu hubungan tak perlu dengan mengikat atau bahkan mengekang. Sikap posesif akan menghancurkan diri sendiri. Justru sikap terbuka dan percaya akan menambah kelanggengan suatu hubungan. Sikap inilah yang membuatku makin jatuh cinta padanya.

Kekasihku yang sangat perhatian. Ia adalah pria yang mengajarkanku bahwa perhatian adalah mata air kasih sayang. Semakin banyak perhatian dicurahkan, maka semakin besar pula rasa sayang yang memenuhi hati. Ia adalah pria yang tidak dengan sungkan menunjukkan bentuk perhatiannya. Ia yang tanpa basa basi akan memberikan pijatan lembutnya di saat aku lelah selesai menyetrika pakaiannya. Ia yang dengan segera akan menyiapkan teh hangat untukku di sore hari. Harapannya agar aku nantinya bisa awet muda😉 . Sungguh ku tak ingin kehilangan perhatian darinya.

Kekasihku … tiga tahun waktu kebersamaan kita. Sungguh ku tak ingin kata ‘mengikhlaskanmu’ terucap lagi  dari bibirmu. Kuingin waktu tiga tahun ini akan berlipat ganda menjadi enam, dua belas, bahkan lebih dari seratus tahun lagi ku ingin bersamamu. Segala ujian dan cobaan ingin kulalui selamanya denganmu. Allah begitu Maha Besar sayangku. Cinta-Nya akan membuat yang tidak cukup menjadi cukup. Semoga Ia mencatat setiap pengorbanan, rasa syukur, dan keikhlasan kita dengan memberikan kebaikan yang melimpah.

Published in: on 17 Februari 2009 at 7:40 pm  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/02/17/kekasihku/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Cinta adalah ikhlas itu sendiri, cinta adalah sabar itu sendiri🙂

  2. Rindu : Terima kasih sdh mampir. Sori ya ngutip tanpa ijin.🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: