Hanya Kamu

Mengapa begitu sulit meluncurkan kata dari mulut ini, tak semudah 2gethermelukiskan kata dari jemari ini. Mengapa begitu sulit mengungkapkan rasa melalui bibir ini, tak semudah menyeruakkan rasa melalui ujung jari ini.

Begitu sulit perjuanganku mengucapkan kalimat-kalimat itu. Begitu banyak waktu untuk menyusun kata-kata itu. Hingga akhirnya maksud terlepaskan juga, lega di hati menyejukkan jiwa.

Maafkan aku bila penyampaianku menambah beban pikiranmu. Maafkan aku bila pertanyaanku menyulitkan posisimu. Sungguh ku tak ingin merepotkanmu dengan segala persoalanku.

Hanya satu yang kupinta. Hanya kamu. Tidak orang lain.

Banyak orang berkata bahwa niat baik haruslah disegerakan. Tidak baik menunda sesuatu yang membawa kebaikan.

Tapi untuk yang satu ini, kuharap kita tidaklah terburu-buru. Seperti katamu agar kita sebaiknya menyiapkan pondasi awal yang lebih kuat agar esok tak mudah terguncang gempa.

Sayangku … sekedar kamu tahu, ku tak butuh semua itu. Niat baikmu pun telah menjadi embun di surga buatku. Menyejukkan hati setiap kali kau mengutarakannya.

Ku yakin Allah akan memberikan kesabaran dan kekuatan untukku menanti terlaksananya niat tulusmu. Ku yakin Allah tak akan menyia-nyiakan usaha dan perjuanganmu. Yakinlah akan hal itu.

Hanya satu yang kuingin. Hanya kamu. Bukan orang lain.

Published in: on 17 Februari 2009 at 11:02 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/02/17/hanya-kamu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: