Minus Disini, Plus Disitu

Habis akal memikirkan adikku yang satu ini. Kelihatannya ia lebih mementingkan kegiatan eskul daripada kegiatan sekolah. Ia aktif di kegiatan jam-pasirPaskibraka di sekolahnya. Kadang bolos sehari gara-gara mesti ngurusin perlengkapan kegiatan eskulnya yang belum beres. Seolah-olah eskul itu wajib dan nomer satu, sedangkan urusan sekolah jadi nomer dua.

Belum lagi seisi rumah ikut disibukkan jika kebetulan sedang ada lomba. Harus menyiapkan ini, mesti membeli itu, mau diantar ke sini, mau dijemput di situ, dan banyak lagi yang kesemuanya pasti membutuhkan bantuan orang lain.

Bayangkan saja, anak sekolah menengah yang berangkat pukul 7 pagi, pulangnya paling cepat pukul 8 malam. Terkadang malah pukul 11 malam baru tiba di rumah. Rekornya mengalahkan aku yang sudah bekerja. Hi hi hi. Ibu sudah angkat tangan melihat kebiasaannya. Kalau ditanyakan habis dari mana saja, jawabannya pasti hanya mengurus keperluan sekolah atau kegiatan paskibnya.

Ia aktif di satu kegiatan saja, bagaimana kalau ia aktif di dua atau tiga kegiatan lain ? Tak dapat kubayangkan bagaimana cara ia mengatur waktu. Terkadang ibu sudah bosan menasehatinya agar mengurus sesuatu harus dilakukan secara efektif dan efisien, memaksimalkan fasilitas yang tersedia di rumah, dan tidak melulu bergantung pada orang lain.

Sekarang ini jaman sudah semakin maju. Segala macam teknologi sudah banyak diciptakan untuk memudahkan pengguna. Ada handphone yang bisa dengan mudah menyambung jarak bicara sampai ribuan kilometer, ada komputer yang memiliki berbagai macam aplikasi yang dapat dimanfaatkan, ditambah lagi ada jaringan internet yang bisa digunakan untuk mendapatkan ribuan informasi di dalamnya.

Tapi setelah kupikir-pikir, justru dengan segala fasilitas dan kemudahan-kemudahan itulah yang membuat kita semakin terpancing untuk melakukan banyak hal sehingga rasanya waktu 24 jam tidak akan terasa cukup. Dulunya hanya bisa menghasilkan satu, sekarang sudah bisa berbuat dua atau tiga.

Untung saja adikku ini tidak kesulitan menghadapi pelajaran di sekolahnya. Boleh dikatakan ia cepat menyerap pelajaran yang diterimanya hingga nilai-nilainya tidak ada yang jeblok, bahkan beberapa kawannya mengatakan ia jenius di bidang Matematika dan IPA. Alhamdulillah, meskipun di rumah ia sering mendapat omelan karena serampangan mengatur waktu, di hal yang lain ia memiliki nilai plus juga.🙂

Published in: on 13 Februari 2009 at 5:08 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/02/13/minus-disini-plus-disitu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: