Thank You

cintaSuatu saat tiba-tiba saja aku mengungkapkan rasa rinduku hanya karena mendengarkan sebuah lagu. Sebenarnya lagu tersebut bukan lagu yang romantis. Hanya saja tiba-tiba terbersit rasa yang kemudian kusalurkan pada kelincahan jemari mengetikkan sebuah pesan kerinduan padanya.

Seringkali aku merasa tak perlu mengungkapkan perasaanku. Cukup dengan sikap, aku mengharapkan ia mengerti apa yang sedang coba kuungkapkan. Rasa rindu tak perlu kukatakan aku sedang rindu. Rasa cinta tak perlu kuucapkan bahwa aku cinta. Rasa kesal tak perlu kuumpatkan bahwa aku sedang kesal.

Ada sebuah lirik lagu yang tersimpan di memori kepalaku. Sebuah lagu lama. Hanya saja cuma sepenggal lirik yang dapat tersimpan.

Bila kau benar-benar sayang padaku. Bila kau benar-benar cinta. Tak perlu kau katakan semua itu. Cukup cinta aku. “

Aku menyadari bahwa itu suatu kesalahan. Ia tak akan dapat mengerti apa yang kurasakan bila tak kuungkapkan. Memeluknya dengan erat tak akan sepenuhnya membuat ia mengerti bahwa aku kangen berat. Menciumnya dengan mesra tak akan membuat ia sesungguhnya mengerti bahwa aku cinta mati padanya. Memukulnya tak akan membuat ia benar-benar mengerti bahwa aku sedang kesal abis terhadapnya.

Terkadang kata-kata diperlukan untuk menyempurnakan suatu tindakan. Semacam suatu konfirmasi untuk memastikan apakah yang kita lakukan benar-benar dilakukan dengan sepenuh hati.

Menjalin suatu hubungan merupakan suatu pembelajaran hidup bagiku. Aku dapat belajar bagaimana menghargai perasaan orang lain. Belajar cara mendengar keluh kesah, belajar mengungkapkan perasaan dengan untaian kata (meskipun hingga saat ini masih terasa sulit), belajar menerima kelebihan dan kekurangan seseorang, belajar, belajar, dan terus belajar.

Aku hanya mengharapkan ia tak akan pernah berhenti dan bosan mengajariku. Meskipun aku termasuk pribadi yang sedikit sulit untuk menerima nasehat dari orang lain. That’s why I choosed him to be my boy friend. He’s a very patient person.

Most of all, I love you so much honey. You’re the best ever. Thank you for your present for my birthday.

Published in: on 10 Februari 2009 at 5:10 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/02/10/thank-you/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: