Menikah

Menikah adalah bagian dari ibadah. Karena itu, cincintidak ada memperberat kepada orang yang hendak melaksanakannya, sedangkan hukum nikah itu sendiri, adakalanya wajib, adakalanya sunnah, adakalanya mubah dan adapula yang makruh dan yang haram. Perubahan hukum tersebut sangat tergantung pada yang bersangkutan. Bagi orang yang sudah mempunyai kemampuan lahir dan batin, serta sudah tidak mampu lagi mengendalikan syahwat, maka menikah baginya menjadi wajib. Bagi orang yang sudah mempunyai kemampuan lahir dan batin, tapi masih mampu mengendalikan syahwat, maka menikah baginya adalah sunnah. Bagi orang yang belum mempunyai kemampuan lahir dan batin, serta masih mampu mengendalikan syahwat, maka menikah baginya menjadi mubah, sedang bagi orang yang sudah tidak mampu lagi mengendalikan syahwat, serta belum mempunyai kesiapan lahir dan batin, maka menikah baginya adalah makruh. Dan bagi orang yang menikah dengan maksud untuk menyakiti atau menter-lantarkan perempuan, maka menikah baginya adalah haram. Yang dimaksud lahir dan batin disini adalah jika kita telah memiliki biaya pernikahan, baik mahar, nafkah maupun kesiapan mendidik anak, maka segeralah untuk menikah. Sebab menikah merupakan bagian dari kesempurnaan dalam beragama. Rasulullah telah menegaskan: “Apabila seseorang melaksanakan pernikahan, berarti telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia menjaga separo yang lain dengan bertakwa kepada Allah.” (HR.Baihaqi dari Anas bin Malik)

Ini salah satu penggalan dari blog Bapak Supriyanto di Malang. Saat membacanya aku jadi berpikir, kira-kira apa hukum menikah buatku ? Apakah wajib, sunnah, makruh, atau bahkan mungkin haram ?

Bagiku menikah tidak hanya sekedar memiliki kemampuan secara lahir dan batin, tidak sekedar mampu mengendalikan syahwat atau tidak. Bagiku menikah adalah urusan waktu. Jodoh ada di tangan Tuhan. Bila saja aku memiliki semua syarat yang ditentukan untuk menikah, tentunya pernikahan tidak akan terjadi bila Allah belum mengizinkan. Meskipun jodoh telah berada di depan mata.

” Ya Allah… Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat kelak. Dengarkanlah rintihan hamba-Mu yang dhaif ini. Jangan Engkau biarkan aku sendirian di dunia ini maupun di akhirat kelak. Sebab itu menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran. Maka, karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman, supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup ke jalan yang Engkau ridhai. Dan karuniakanlah padaku keturunan yang sholeh. Seandainya telah Engkau caatatkan dia akan menjadi teman menapaki hidup, satukanlah hatinya dengan hatiku. Titipkanlah kebahagiaan diantara kami Agar kemesraan itu abadi. Dan ya Allah… ya Tuhanku Yang Maha Pengasih., seiringkanlah kami melayari hidup ini ke tepian yang sejahtera dan abadi.
Tetapi, ya Allah… Seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku, bawalah ia jauh dari pandanganku. Luputkanlah ia dari ingatanku. Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku. Dan peliharalah aku dari kekecewaan “

Amin … Amin Ya Rabbal Alamin.

Published in: on 10 Februari 2009 at 5:53 am  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/02/10/menikah/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. hmm ya.. ya.. ya.. do’anya sama dibag akhir.. dan sukron jiddan sudah mau kash cmd..🙂

  2. auliyaa husna : salam kenal ya🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: