Terima Kasihku

Sebagai pemula di dunia blog and blog, aku belum banyak mengerti tentang thanksseluk beluk per-blog-an. Melahirkan blog inipun awalnya hanya uji coba apakah aku bisa menciptakan sebuah blog yang notabene telah banyak wara wiri di dunia maya. Tujuannya agar naluri untuk menulis dari dalam diriku akan lebih tersalurkan. Lebih mudah menuangkannya di dalam blog ketimbang menuliskannya di buku diary. Kalau menulisnya diblog akan bisa dihapus, dicoret atau diedit sesuka hati (secara aku ini orangnya agak labil dan cepat bosan) ūüôā .

Setelah beberapa hari menghiasi blog baruku, ada keinginan membandingkannya dengan blog orang lain. Jadinya aku mencoba nyasar masuk ke blog-blog yang bertebaran di seantero jagad maya ini. Kira-kira apalagi yang kurang tersedia di blogku ini. Untuk temanya, aku sudah sreg dengan sweet blossom ini. Sudah kuubah dengan beberapa tema yang lain tapi jatuhnya hati hanya pada yang satu ini. Untuk fasilitas-fasilitas umum sudah otomatis disediakan oleh si admin (atau entah sebutannya apa untuk wordpress.com, maklum si gaptek ūüėÄ ).

Ada beberapa post yang isinya menarik. Aku lebih suka membaca postingan yang bertema cinta dan kasih sayang, puisi, renungan dan motivasi. Sesekali aku mencari postingan yang lucu sekedar untuk menghilangkan ketegangan.

Dari beberapa blog yang aku jelajahi, ada beberapa blog yang komentarnya sangat banyak. Ada yang puluhan, ada yang ratusan, bahkan ada yang sampai ribuan. Aku mendecak kagum. Sungguh banyak pasang mata yang jatuh hati pada blog mereka. Aku suka mampir di beranda mbak Ning, yang di salah satu kursinya kutemukan banyak cerita tentang indahnya hidup berdua. Aku kagum pada celoteh-celoteh Rindu, yang suara merdunya berisi banyak hal untuk dapat direnungkan. Aku senang berlama-lama memandang bento-bento cantik dan menyaksikan banyak hal menarik tentang jepun di rumah ryu.

Untuk blogku sendiri, aku tak mengharapkan banyak pemirsa setia yang mengunjungiku. Blog ini kupelihara bukan karena money oriented. Banyak atau tidaknya pengunjung disini bukan suatu masalah buatku. Page Rank yang rendah bukan sebuah neraka bagiku. Dapat menuangkan resah, gelisah dan kebahagiaan di blog ini saja aku sudah sangat senang. Bila benar-benar ada pemirsa setia yang mengomentari isi blogku, maka akan menjadi suatu anugerah yang luar biasa buatku. Buat yang telah mendapatkan banyak pengagum dan pemirsa setia, tetaplah berkarya. Ciptakan banyak postingan yang mampu mengilhami setiap orang yang membacanya.

Untuk kalian-kalian yang menyempatkan waktu mampir ke blog ini, aku ucapkan terima kasih. Semoga sepulangnya kalian dari halaman blog ini dapat membawa sesuatu yang berharga. Setidaknya sebuah senyuman manis karena telah mengunjugi blog yang tampilannya memang sudah manis dari sananya ini (narsis ūüėÄ ). Akhir kata aku ingin menyanyikan sepenggal lagu sebagai persembahan buat siapa saja yang tahu lagu ini.

Terima kasihku …

Untuk semua waktumu

Yang kau berikan

Sepenuhnya untukku.

Kujadi tersanjung

Bila ada di dekatmu

Terima kasih …

Song by : Jamrud

Published in: on 19 Februari 2009 at 6:57 pm  Comments (2)  

Komputerku …

Minggu lalu komputerku rusak diterjang virus. Sebelumnya penangkal virus komputeryang kugunakan mungkin sudah lelah bekerja dan akhirnya menyerah tak berfungsi. Rasa malas dan ketidaktahuanku tentang hal-hal seperti ini membuatku menunda menyembuhkannya.

Akhirnya karena komputer ini sudah tak mampu lagi menangkal virus-virus yang mengerogoti tubuhnya maka akhirnya ia colaps. Tak mampu menampakkan wajah cerianya.

Teknisi yang memeriksanya mengatakan bahwa ia harus ‘cuci darah’. Diinstall ulang agar virus-virus mematikan dapat enyah tanpa bekas.

Apa boleh buat, jika itu langkah terakhir yang harus diambil. Namun sebelumnya sang teknisi harus meyakinkanku dulu bahwa data yang tersimpan tidak ikut lenyap bersama virus-virus itu.

Sehari setelah ‘pencucian darah’, komputerku berangsur-angsur membaik. Virus-virus yang tadinya dengan garang menyerang komputerku telah lenyap. Akhirnya dapat kulihat lagi betapa rona tampilan komputerku tampak segar kembali layaknya sebuah komputer baru.

Aku pun dengan bersemangat kembali mempercantik tampilannya. Kupasangkan lukisan yang indah di desktopnya. Tak lupa kuhiasi dengan pernak-pernik icon yang lucu di beberapa sudutnya. Dan terakhir kulengkapi dengan sebuah aplikasi pemutar musik di salah satu sudut ruangan agar ia tak bosan menemaniku memainkan jari di atas tuts hitamnya.

Sungguh nyaman bila semuanya aman dan terkendali. Tapi … ups, ada apa ini ? Rasanya kok ada yang tidak beres ya ? File yang kusimpan di laci folder entertain kok tidak ada ? Telah kucari-cari dengan bantuan ‘uncle search‘ tapi tidak juga ketemu. Waduh … bagaimana ini ? File yang di dalamnya berisi tumpahan ide yang begitu sulit kuungkapkan dalam bentuk tulisan sehari sebelumnya. Padahal aku begitu yakin menyimpannya dengan rapi di sela tumpukan file berhargaku.

Sebentar … mungkin harus kucari lebih teliti lagi. Harus meminta bantuan uncle search sekali lagi. Harus dengan rinci mencari berdasarkan tanggal terakhir dimodifikasi, ukuran filenya, dan mungkin di sela-sela hidden file ia bersembunyi. Arrgh … belum ketemu juga.

Akhirnya setelah dua jam mencari aku menyerah. Kuikhlaskan saja file itu pergi. Mungkin isinya tak ingin diproklamirkan ke khalayak ramai. Harus memutar otak lebih keras lagi untuk mendapatkan ide-ide itu kembali.

Setelah mengutak-atik komputer selama beberapa jam, kusadari bahwa beberapa data yang ku up-date setiap hari juga sirna. Yang tetap tersimpan hanya data per tanggal 14 Februari kemarin. Data-data yang kuinput setelah tanggal itu tak tersimpan. Setiap data yang tersimpan akan lenyap bila komputer kumatikan dan kunyalakan kembali.

Entah virus apa yang merecoki tubuhmu kali ini. Penangkal virus barumu tak mampu mendeteksi gejalanya. Entah tindakan apa yang harus kulakukan padamu, sebab teknisi yang menanganimu tak mampu menyempurnakanmu seperti sedia kala.

Kali ini ku hanya dapat pasrah, memohon kiranya ada sanak saudara, teman atau handai taulan yang mampu memberikan tips, saran ataupun obat yang manjur untuk menyembuhkanmu.

Published in: on 18 Februari 2009 at 4:55 pm  Comments (2)  

Hanya Kamu

Mengapa begitu sulit meluncurkan kata dari mulut ini, tak semudah 2gethermelukiskan kata dari jemari ini. Mengapa begitu sulit mengungkapkan rasa melalui bibir ini, tak semudah menyeruakkan rasa melalui ujung jari ini.

Begitu sulit perjuanganku mengucapkan kalimat-kalimat itu. Begitu banyak waktu untuk menyusun kata-kata itu. Hingga akhirnya maksud terlepaskan juga, lega di hati menyejukkan jiwa.

Maafkan aku bila penyampaianku menambah beban pikiranmu. Maafkan aku bila pertanyaanku menyulitkan posisimu. Sungguh ku tak ingin merepotkanmu dengan segala persoalanku.

Hanya satu yang kupinta. Hanya kamu. Tidak orang lain.

Banyak orang berkata bahwa niat baik haruslah disegerakan. Tidak baik menunda sesuatu yang membawa kebaikan.

Tapi untuk yang satu ini, kuharap kita tidaklah terburu-buru. Seperti katamu agar kita sebaiknya menyiapkan pondasi awal yang lebih kuat agar esok tak mudah terguncang gempa.

Sayangku … sekedar kamu tahu, ku tak butuh semua itu. Niat baikmu pun telah menjadi embun di surga buatku. Menyejukkan hati setiap kali kau mengutarakannya.

Ku yakin Allah akan memberikan kesabaran dan kekuatan untukku menanti terlaksananya niat tulusmu. Ku yakin Allah tak akan menyia-nyiakan usaha dan perjuanganmu. Yakinlah akan hal itu.

Hanya satu yang kuingin. Hanya kamu. Bukan orang lain.

Published in: on 17 Februari 2009 at 11:02 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Kekasihku

Kekasihku yang berhati sabar. Tak sekalipun kudapati wajahnya memerah lovekarena marah. Tak sekalipun kudengar nada kesal dalam suaranya. Tak sekalipun kalimat menghakimi terujar dari mulutnya kala ternyata kubuat salah kepadanya. Ia yang berkata lembut  bahwa manusia tak ada yang sempurna, jadi sewajarnyalah bila berbuat kesalahan. Baginya masalah kecil tak perlu dibesar-besarkan, masalah besar tak perlulah lebih diperuncingkan. Baginya menjadi manusia sempurna tidaklah dengan mencari tahu siapa yang benar dan siapa yang salah tapi dengan berusaha memperbaiki dan tidak melakukan kesalahan yang sama. Sungguh kusalut pada kesabarannya.

Kekasihku yang penuh pengertian. Setidaknya baru kali ini aku mengenal seseorang yang begitu pengertian. Ia yang tak pernah memiliki rasa curiga sedikitpun di benaknya. Tidak pula saat aku meminta izinnya agar membolehkanku bertemu seorang kawan pria. Hanya untuk menemani berbelanja keperluannya sebelum ia kembali ke tempat tugas. Ia yang tanpa ragu akan memberikan restunya bila aku memenuhi undangan bertemu kawan-kawan lama tanpa ditemani olehnya. Baginya membentuk suatu hubungan tak perlu dengan mengikat atau bahkan mengekang. Sikap posesif akan menghancurkan diri sendiri. Justru sikap terbuka dan percaya akan menambah kelanggengan suatu hubungan. Sikap inilah yang membuatku makin jatuh cinta padanya.

Kekasihku yang sangat perhatian. Ia adalah pria yang mengajarkanku bahwa perhatian adalah mata air kasih sayang. Semakin banyak perhatian dicurahkan, maka semakin besar pula rasa sayang yang memenuhi hati. Ia adalah pria yang tidak dengan sungkan menunjukkan bentuk perhatiannya. Ia yang tanpa basa basi akan memberikan pijatan lembutnya di saat aku lelah selesai menyetrika pakaiannya. Ia yang dengan segera akan menyiapkan teh hangat untukku di sore hari. Harapannya agar aku nantinya bisa awet muda ūüėČ . Sungguh ku tak ingin kehilangan perhatian darinya.

Kekasihku … tiga tahun waktu kebersamaan kita. Sungguh ku tak ingin kata ‘mengikhlaskanmu’ terucap lagi¬† dari bibirmu. Kuingin waktu tiga tahun ini akan berlipat ganda menjadi enam, dua belas, bahkan lebih dari seratus tahun lagi ku ingin bersamamu. Segala ujian dan cobaan ingin kulalui selamanya denganmu. Allah begitu Maha Besar sayangku. Cinta-Nya akan membuat yang tidak cukup menjadi cukup. Semoga Ia mencatat setiap pengorbanan, rasa syukur, dan keikhlasan kita dengan memberikan kebaikan yang melimpah.

Published in: on 17 Februari 2009 at 7:40 pm  Comments (2)  

Minus Disini, Plus Disitu

Habis akal memikirkan adikku yang satu ini. Kelihatannya ia lebih mementingkan kegiatan eskul daripada kegiatan sekolah. Ia aktif di kegiatan jam-pasirPaskibraka di sekolahnya. Kadang bolos sehari gara-gara mesti ngurusin perlengkapan kegiatan eskulnya yang belum beres. Seolah-olah eskul itu wajib dan nomer satu, sedangkan urusan sekolah jadi nomer dua.

Belum lagi seisi rumah ikut disibukkan jika kebetulan sedang ada lomba. Harus menyiapkan ini, mesti membeli itu, mau diantar ke sini, mau dijemput di situ, dan banyak lagi yang kesemuanya pasti membutuhkan bantuan orang lain.

Bayangkan saja, anak sekolah menengah yang berangkat pukul 7 pagi, pulangnya paling cepat pukul 8 malam. Terkadang malah pukul 11 malam baru tiba di rumah. Rekornya mengalahkan aku yang sudah bekerja. Hi hi hi. Ibu sudah angkat tangan melihat kebiasaannya. Kalau ditanyakan habis dari mana saja, jawabannya pasti hanya mengurus keperluan sekolah atau kegiatan paskibnya.

Ia aktif di satu kegiatan saja, bagaimana kalau ia aktif di dua atau tiga kegiatan lain ? Tak dapat kubayangkan bagaimana cara ia mengatur waktu. Terkadang ibu sudah bosan menasehatinya agar mengurus sesuatu harus dilakukan secara efektif dan efisien, memaksimalkan fasilitas yang tersedia di rumah, dan tidak melulu bergantung pada orang lain.

Sekarang ini jaman sudah semakin maju. Segala macam teknologi sudah banyak diciptakan untuk memudahkan pengguna. Ada handphone yang bisa dengan mudah menyambung jarak bicara sampai ribuan kilometer, ada komputer yang memiliki berbagai macam aplikasi yang dapat dimanfaatkan, ditambah lagi ada jaringan internet yang bisa digunakan untuk mendapatkan ribuan informasi di dalamnya.

Tapi setelah kupikir-pikir, justru dengan segala fasilitas dan kemudahan-kemudahan itulah yang membuat kita semakin terpancing untuk melakukan banyak hal sehingga rasanya waktu 24 jam tidak akan terasa cukup. Dulunya hanya bisa menghasilkan satu, sekarang sudah bisa berbuat dua atau tiga.

Untung saja adikku ini tidak kesulitan menghadapi pelajaran di sekolahnya. Boleh dikatakan ia cepat menyerap pelajaran yang diterimanya hingga nilai-nilainya tidak ada yang jeblok, bahkan beberapa kawannya mengatakan ia jenius di bidang Matematika dan IPA. Alhamdulillah, meskipun di rumah ia sering mendapat omelan karena serampangan mengatur waktu, di hal yang lain ia memiliki nilai plus juga. ūüôā

Published in: on 13 Februari 2009 at 5:08 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Indahnya Menghargai

Selain my honey boney, ada satu orang lagi yang mengucapkan selamat ulang tahun buatku. It’s my ex-boyfriend. Fiuuhh … sejujurnya aku tak mengharapkan ucapan itu datang darinya. Belum lagi tagihan minta ditraktir seolah-olah hanya alasan untuk bertemu denganku. Telah beberapa kali ia mencoba mengajakku keluar bersama dan selalu kuabaikan. Aku bukannya tak ingin bertemu lagi dengannya. Hanya saja aku berharap kami tidak love-bird1bertemu secara sengaja melainkan secara kebetulan. Mungkin tiba-tiba bertemu di mall, atau mungkin suatu saat secara tidak sengaja berada di rumah makan yang sama.

Ini kulakukan demi menghormati dan menghargai pasanganku yang sekarang. Dalam hubungan kami, sikap saling menghargai sangat dijunjung tinggi. Tak sekalipun keputusan penting  diputuskan sendiri. Termasuk bila bertemu dengan seseorang yang sekiranya akan menimbulkan prasangka buruk terhadap hubungan kami. Kami pasti akan saling meminta pendapat. Meskipun terkadang aku merasa pendapatku tidaklah begitu penting bila ia mengambil keputusan tentang hidupnya. Toh kami belum terikat secara resmi. Tapi sedikit demi sedikit aku mulai menjadikan ini suatu proses pembelajaran buat kami. Jika suatu saat nanti kami hidup bersama dan hal-hal seperti ini terjadi maka kami tidak akan kagok lagi menghadapinya.

Terkadang memang sulit menjalankannya. Setiap kemana-mana harus memberitahu, apalagi bila bepergian ke luar kota. Pergi dan pulangnya harus memberi kabar. Dulunya itu adalah hal remeh yang seringkali kuabaikan. Namun semakin lama aku semakin menyadari bahwa itu bukanlah suatu keharusan, namun suatu kebutuhan. My honey akan merasa lebih tenang bila mengetahui bahwa aku dalam keadaan baik-baik saja. Ia akan merasa nyaman bila tahu aku telah sampai dengan selamat di tempat tujuan.

Sama halnya denganku. Aku sering mengkhawatirkannya bila dalam beberapa hari ia tidak memberi kabar sama sekali. Baik itu telepon, sms ataupun sekedar missed call. Ia tinggal seorang diri di rumahnya dan hal itu yang selalu membuatku khawatir kalau-kalau  ada sesuatu yang terjadi padanya.

Memiliki seseorang yang memberi perhatian khusus memang menyenangkan. Yah … seperti kata mbak Ning, “Terima Kasih Tuhan, untuk hal terindah yang kami¬† miliki ini“.

Doa Sang Kekasih

Ku Panjatkan Doa Kepada Tuhan

Karena Beribu Alasan

Hidup yang telah Ia tiupkan

Dengan Cinta-Nya kini aku bertahan

Ku ucapkan Syukur Kepada Tuhan

Karena Nikmat yang Ia berikan

Dalam hidup aku berjalan

Bersama kekasih yang Ia pilihkan

Ya Tuhan………..

Cintakanlah aku pada-Mu

Letakkan aku pada tempat-Mu

Kasihkanlah aku dengan kekasih hati-Mu

Kekasih yang selalu ada buat aku

Di saat duka menghampiri dia hibur aku

Dengan senyum yang merayu

Dan di kala suka dia di sampingku

Di peluk aku dengan lagu Rindu

Di bimbing aku untuk selalu di jalan-Mu

Dia lah kekasih Pilihan-Mu

yang Engkau Ciptakan hanya untukku

Published in: on 12 Februari 2009 at 6:29 am  Comments (3)  

Happy Birthday To Me

” Masa lalu adalah kenangan. Masa yang akan datang adalah harapan dan impian. Jangan bintang-laut1memandang masa depan dengan penuh kecemasan dan ketidapastian. Namun pandanglah ia dengan penuh kesadaran, kepastian dan keyakinan. Nikmatilah hidup ini dengan irama hukum alam yang penuh cobaan, ujian dan tantangan serta sadarilah bahwa susah-senang, tangis-tawa serta suka dan duka adalah ujian dan cobaan hidup.

* SELAMAT ULANG TAHUN HONEY *

Doa dan harapan, kesyukuran, cita-cita dan pengabdian kita hadapkan kepada TUHAN dengan penuh keikhlasan dan ketaatan. “

Semalam my honey mengirimkan kata-kata itu di saat aku telah terlelap di alam mimpi. Entah darimana ia mengutip kata-kata tersebut. Namun kuakui kata-kata tersebut membuatku tersadar bahwa selama ini aku menatap masa depan dengan kecemasan. Ketakutan akan masa depan membuatku lupa bahwa di dunia ini yang pasti hanyalah Allah, dan yang jelas akan kuhadapi di masa depanku adalah kematianku. Selama ini aku sibuk menata pondasi masa depan dengan keduniawian. Sehingga aku terlupa bahwa kepastian masa depanku hanya di tangan-Nya. Segala harapan dan usaha patut diserahkan pada-Nya.

Ya Allah, maafkanlah hamba atas segala kekhilafanku. Segala kesempurnaan hanya ada pada-Mu.

My honey, terima kasih telah mengingatkan dan mengembalikanku pada-Nya. Semoga ini menjadi pertanda engkaulah yang Allah tunjukkan untuk mengisi kekosonganku, engkaulah yang Ia pilihkan untuk mengisi kekuranganku.

Published in: on 11 Februari 2009 at 8:43 am  Comments (1)  

Menikah

Menikah adalah bagian dari ibadah. Karena itu, cincintidak ada memperberat kepada orang yang hendak melaksanakannya, sedangkan hukum nikah itu sendiri, adakalanya wajib, adakalanya sunnah, adakalanya mubah dan adapula yang makruh dan yang haram. Perubahan hukum tersebut sangat tergantung pada yang bersangkutan. Bagi orang yang sudah mempunyai kemampuan lahir dan batin, serta sudah tidak mampu lagi mengendalikan syahwat, maka menikah baginya menjadi wajib. Bagi orang yang sudah mempunyai kemampuan lahir dan batin, tapi masih mampu mengendalikan syahwat, maka menikah baginya adalah sunnah. Bagi orang yang belum mempunyai kemampuan lahir dan batin, serta masih mampu mengendalikan syahwat, maka menikah baginya menjadi mubah, sedang bagi orang yang sudah tidak mampu lagi mengendalikan syahwat, serta belum mempunyai kesiapan lahir dan batin, maka menikah baginya adalah makruh. Dan bagi orang yang menikah dengan maksud untuk menyakiti atau menter-lantarkan perempuan, maka menikah baginya adalah haram. Yang dimaksud lahir dan batin disini adalah jika kita telah memiliki biaya pernikahan, baik mahar, nafkah maupun kesiapan mendidik anak, maka segeralah untuk menikah. Sebab menikah merupakan bagian dari kesempurnaan dalam beragama. Rasulullah telah menegaskan: ‚ÄúApabila seseorang melaksanakan pernikahan, berarti telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia menjaga separo yang lain dengan bertakwa kepada Allah.‚ÄĚ (HR.Baihaqi dari Anas bin Malik)

Ini salah satu penggalan dari blog Bapak Supriyanto di Malang. Saat membacanya aku jadi berpikir, kira-kira apa hukum menikah buatku ? Apakah wajib, sunnah, makruh, atau bahkan mungkin haram ?

Bagiku menikah tidak hanya sekedar memiliki kemampuan secara lahir dan batin, tidak sekedar mampu mengendalikan syahwat atau tidak. Bagiku menikah adalah urusan waktu. Jodoh ada di tangan Tuhan. Bila saja aku memiliki semua syarat yang ditentukan untuk menikah, tentunya pernikahan tidak akan terjadi bila Allah belum mengizinkan. Meskipun jodoh telah berada di depan mata.

” Ya Allah‚Ķ Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat kelak. Dengarkanlah rintihan hamba-Mu yang dhaif ini. Jangan Engkau biarkan aku sendirian di dunia ini maupun di akhirat kelak. Sebab itu menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran. Maka, karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman, supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup ke jalan yang Engkau ridhai. Dan karuniakanlah padaku keturunan yang sholeh. Seandainya telah Engkau caatatkan dia akan menjadi teman menapaki hidup, satukanlah hatinya dengan hatiku. Titipkanlah kebahagiaan diantara kami Agar kemesraan itu abadi. Dan ya Allah‚Ķ ya Tuhanku Yang Maha Pengasih., seiringkanlah kami melayari hidup ini ke tepian yang sejahtera dan abadi.
Tetapi, ya Allah‚Ķ Seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku, bawalah ia jauh dari pandanganku. Luputkanlah ia dari ingatanku. Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku. Dan peliharalah aku dari kekecewaan “

Amin … Amin Ya Rabbal Alamin.

Published in: on 10 Februari 2009 at 5:53 am  Comments (2)  

Thank You

cintaSuatu saat tiba-tiba saja aku mengungkapkan rasa rinduku hanya karena mendengarkan sebuah lagu. Sebenarnya lagu tersebut bukan lagu yang romantis. Hanya saja tiba-tiba terbersit rasa yang kemudian kusalurkan pada kelincahan jemari mengetikkan sebuah pesan kerinduan padanya.

Seringkali aku merasa tak perlu mengungkapkan perasaanku. Cukup dengan sikap, aku mengharapkan ia mengerti apa yang sedang coba kuungkapkan. Rasa rindu tak perlu kukatakan aku sedang rindu. Rasa cinta tak perlu kuucapkan bahwa aku cinta. Rasa kesal tak perlu kuumpatkan bahwa aku sedang kesal.

Ada sebuah lirik lagu yang tersimpan di memori kepalaku. Sebuah lagu lama. Hanya saja cuma sepenggal lirik yang dapat tersimpan.

Bila kau benar-benar sayang padaku. Bila kau benar-benar cinta. Tak perlu kau katakan semua itu. Cukup cinta aku. “

Aku menyadari bahwa itu suatu kesalahan. Ia tak akan dapat mengerti apa yang kurasakan bila tak kuungkapkan. Memeluknya dengan erat tak akan sepenuhnya membuat ia mengerti bahwa aku kangen berat. Menciumnya dengan mesra tak akan membuat ia sesungguhnya mengerti bahwa aku cinta mati padanya. Memukulnya tak akan membuat ia benar-benar mengerti bahwa aku sedang kesal abis terhadapnya.

Terkadang kata-kata diperlukan untuk menyempurnakan suatu tindakan. Semacam suatu konfirmasi untuk memastikan apakah yang kita lakukan benar-benar dilakukan dengan sepenuh hati.

Menjalin suatu hubungan merupakan suatu pembelajaran hidup bagiku. Aku dapat belajar bagaimana menghargai perasaan orang lain. Belajar cara mendengar keluh kesah, belajar mengungkapkan perasaan dengan untaian kata (meskipun hingga saat ini masih terasa sulit), belajar menerima kelebihan dan kekurangan seseorang, belajar, belajar, dan terus belajar.

Aku hanya mengharapkan ia tak akan pernah berhenti dan bosan mengajariku. Meskipun aku termasuk pribadi yang sedikit sulit untuk menerima nasehat dari orang lain. That’s why I choosed him to be my boy friend. He’s a very patient person.

Most of all, I love you so much honey. You’re the best ever. Thank you for your present for my birthday.

Published in: on 10 Februari 2009 at 5:10 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Jenuh

Entah mengapa rasa jenuh seringkali menghampiriku. Kali ini aku jenuh pada hubungan spesialku. Hubungan kami sudah berjalan kurang lebih tiga tahun.boring1 Sejauh ini kami tak pernah menghadapi kendala yang berarti. Ia orang yang baik, bahkan terlalu baik. Ia cukup pengertian, bahkan menurutku ia terlalu pengertian.

Terkadang aku tak mampu mengartikan sikapnya yang menurutku terlalu sabar. Aku memang butuh seseorang yang mampu menghadapiku dengan penuh kesabaran. Hanya saja terkadang hal itu malah membuatku bingung. Apakah kesalahanku dapat dimaafkan dan dimengerti ? Ataukah aku yang tak mampu memahami sikapnya yang diam disaat aku berbuat kesalahan ?

Ia memang tak mampu mengungkapkan rasa amarahnya dengan kata-kata yang menyakitkan. Tak pernah sekalipun aku mendengar ia mengumpat, mengomel ataupun menghardik. Ini salah satu hal yang kadang membuatku serba salah. Disatu sisi, semua pasangan pastilah menghendaki hubungan yang adem ayem tanpa ada perselisihan. Namun di sisi lain aku juga merasa hubungan yang kujalani ini terasa hambar. Tak pernah ada suatu masalah yang terjadi di antara kami. Seringkali akulah yang mencari-cari kesalahan pada dirinya yang dapat kujadikan alasan buat kami untuk bertengkar.

Sesekali aku mengutak-atik isi ponselnya. Mencari kemungkinan kesalahan yang ada di dalamnya. Siapa tau saja disana ada nama-nama yang mencurigakan, atau sms-sms nakal yang tak kuinginkan. Pernah sekali waktu aku menemukan sms yang kuanggap mesra bila diucapkan seorang wanita kepada seorang pria. Hal itu kutanyakan padanya. Namun jawabannya biasa saja. Seorang teman katanya. Dan isi sms tersebut juga bukan untuk bermesra-mesraan tapi hanya untuk bergaul-ria.

Aku percaya padanya. Sama halnya ia percaya padaku. Menurutku, diriku dan dirinya berada pada jalur yang sama. Kami berusaha seiring sejalan. Bertindak sesuatu dengan memikirkan perasaan satu sama lain. Melakukan sesuatu untuk menyenangkan pasangan, dan sebaliknya tidak melakukan sesuatu yang sekiranya akan menyakiti pasangan.

Hal ini yang pada akhirnya selalu mengalahkan penat pada hubungan kami. Aku tak ingin mengalah pada rasa jenuh sesaat yang akan menghancurkan hubungan yang telah kami bangun selama tiga tahun ini.

Published in: on 9 Februari 2009 at 7:27 am  Comments (1)