SMS

sms

“Sayang, tau tdk ini no siapa ? 081xxxxxxxxx”. SMS dikirim.

5 menit …

10 menit …

20 menit …

Tak ada balasan. Mungkin sedang sibuk, atau mungkin juga sedang mandi. Jam segini biasanya dia emang lagi mandi sore. Setelah 30 menit lamanya menunggu, tak ada jawaban sama sekali. Ku SMS sekali lagi.

“Sayang, tau tdk ini no siapa ? 081xxxxxxxxx”. SMS dikirim.

Dibalas dengan singkat. “Iya

Huh, jawabannya sungguh tak memuaskan. Kucoba tanyakan lagi.

Itu no siapa ?” Kukirim SMS dengan berharap-harap cemas akan jawabannya nanti.

Teman. Kenapa ?My honey menjawab, juga sambil bertanya.

Teman kantor, teman kuliah, teman kos, TTM ?” Pertanyaanku mulai mendetail. Aku masih belum puas dengan jawaban satu kata tersebut.

Lengkap amat. Teman kantor lah … Kenapa ?

Jawabannya kok santai amat ya ? Padahal dihatiku ini mengharapkan jawaban yang lebih daripada itu, yang bisa mengungkapkan kecurigaanku terhadap SMS yang masuk ke inbox-nya menggunakan nomor tersebut. Tapi kucoba SMS sekali lagi. Sekedar untuk memuaskan rasa penasaranku.

Co ato Ce ?” Semoga pertanyaanku yang satu ini bisa mengarahkanku pada kebenaran. Aku mempercayai 100% perkataannya, namun aku tak menampik bahwa hatiku curiga.

Cewek. Knp sih pertanyaanx itu2 melulu ?“.

Well, nampaknya dia mulai kesal dengan pertanyaanku seputar nomor tersebut. Aku memaklumi kekesalannya. Namun aku lebih kesal lagi karena ternyata apa yang ada dihatiku ternyata benar. Benar dalam arti, yang mengirim SMS menggunakan nomor itu ternyata seorang perempuan.

SMS-nya kubalas dengan penjelasan tentang mengapa aku meributkan nomor handphone tersebut. Menjelaskan tentang kekesalanku terhadap SMS yang masuk di Inbox-nya menggunakan nomor itu. Kujelaskan pula bahwa aku tak mempersoalkan isi SMS tersebut seperti apa, hanya saja yang perlu aku tahu adalah : siapa si pengirimnya.

Semesra atau sejanggal apapun isi SMS yang ada dalam Inbox handphone-nya, aku selalu mencoba untuk tidak mempermasalahkannya jika aku tahu siapa yang mengirimkannya. Kucoba untuk mengerti bahwa SMS itu hanya sekedar SMS, tanpa ada maksud dibaliknya.

Yah, itulah aku. Aku yang selalu menerima dia apa adanya. Aku yang selalu berusaha untuk tidak membesar-besarkan masalah yang ada. Karena aku yakin dan percaya iapun melakukan hal yang sama terhadapku.

Published in: on 22 Januari 2009 at 4:50 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://incredibleleven.wordpress.com/2009/01/22/sms/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: